Prokabar.com, Jakarta – Kementerian Agama (Kemenag) mengalokasikan Rp 479 miliar untuk bantuan paket internet selama tiga bulan.
Siswa, mahasiswa, guru serta dosen bakal mendapatkan bantuan ini untuk proses belajar dan mengajar.
“Untuk bantuan paket internet selama tiga bulan kita menganggarkan Rp 479 miliar,” kata Menteri Agama Yaqut Cholol Qoumas, Kamis (5/8).
Selain bantuan paket data internet, Kementerian Agama juga menetapkan kebijakan keringanan Uang Kuliah Tunggal (UKT) pada Perguruan Tinggi Keagamaan Negeri (PTKN).
Kebijakan ini berupa pengurangan UKT dan penyicilan UKT pada PTKN BLU.
Yaqut mengatakan kebijakan Kementrian Agama ini merupakan wujud komitmen pemerintah memastikan proses pembelajaran berjalan lancar selama pandemi Covid-19.
Bantuan tersebut juga dapat mencegah angka putus sekolah atau kuliah yang meningkat.
Bantuan paket data internet dan UKT ini merupakan kolaborasi dari tiga kementrian, Kemenag, Kemdikbud, dan Kemenkeu.
Kemenag juga menyiapkan kebijakan penanggulangan lain di bidang pendidikan selama Covid-19.
Yaqut menyebut Kemenag akan memfokuskan kembali anggaran Ditjen Pendis sebesar Rp 574 miliar untuk mengembangkan kurikulum darurat Madrasah, Program Jaga Pesantren dan Paket Imun, serta vaksinasi guru, siswa dan mahasiswa.
Program Kemenag selain Internet dan UKT
Kemenag juga menyiapkan program pengembangan kompetensi guru untuk Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ). Begitupun dengan penyaluran BOS Madrasah sebesar Rp 3,668 triliun sebagai penunjang pembelajaran digital dan optimalisasi sanitasi madrasah.
“Demi pengembangan digitalisasi pendidikan kami sudah mengupayakan sejumlah terobosan seperti platform SuperAPP,” katanya lagi.
Ke depan aplikasi ini akan menjadi rumah digital bagi Kemenag untuk menunjang pendidikan jarak jauh.
Anggaran lainnya dari Kemenag pada tahun 2021 ini adalah bantuan Afirmasi Madrasah untuk optimalisasi sanitasi dan program digitalisasi pendidikan dengan besaran Rp 399,9 miliar untuk 2,666 madrasah.
Yaqut menyadari pandemi Covid-19 ini berdampak serius pada bidang pendidikan.
Sejak Maret 2020 seluruh satuan pendidikan dan perguruan tinggi tutup. Akibatnya lebih dari 10 juta siswa dan 1,6 juta mahasiswa binaan kemenag terdampak Covid-19 dan harus belajar mengajar dari rumah.
“Lebih dari 10 juta siswa dan 1,6 juta mahasiswa terdampak Covid-19 dan harus belajar dari rumah,” tutupnya.
















