Pariaman, Prokabar — “Anak memiliki hak untuk dilindungi Undang-undang. Meski demikian kondisi kekerasan asusila maupun fisik terhadap anak masih banyak terjadi. Dan ini menjadi perhatian serius pada kita semua” kata Assisten Deputi Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Anak (Kemen PPA) RI saat mengikuti kegiatan manasik haji Pemkot Pariaman beberapa hari lalu.
Hal tersebut disampaikan saat Manasik Haji beberapa hari lalu. Dan sekitar 500 orang anak bersama orang tuannya mengikuti kegiatan tersebut.
Ia melanjutkan dalam momen memperingati Hari Anak Nasional (HAN) 2018 ini, anak dan hak yang melekat dalam dirinya diatur dalam Undang-undang Dasar 1945.
“Hak anak dilindungi dan diatur UUD 1945 pasal 28 B ayat 2 yakni setiap anak berhak atas kelangsungan hidup, tumbuh dan berkembang serta berhak atas perlindungan dari kekerasan dan diskriminasi,” tuturnya.
Akan tetapi lanjutnya, tindak kekerasan terhadap anak hingga saat ini masih sangat tinggi. Dan ini harus perhatian serius bagi kita semua tegasnya.
Di era digitalisasi ini, dunia dalam gengaman, dengan teknologi komunikasi mutakir seperti HP dan Gadget. Kita bisa mengetahui dan melihat apa yang terjadi di dunia ini. Tetapi tidak untuk anak-anak, dan mereka belum dapat memilah mana yang patut dilihat dan mana yang tidak boleh disaksikan.
“Untuk itu, peran kita sebagai orangtua selalu mengawasi anak. Dengan kegiatan manasik haji ini, diharapkan anak-anak mempunyai kegiatan yang positif yang akan mereka ingat dan menjadi bekal bagi mereka dikemudian hari,” ujarnya.
Wakil Walikota Pariaman, Genius Umar mengatakan anak di usia TK dan KB masuk usia emas. Dan kegiatan ini memberikan aura positif untuk perkembangan anak-anak.
“Dengan antusias anak mengikuti manasik haji sebagai salah satu dari rukun islam, akan menjadi bekal bagi mereka dikemudian hari dan akan membekas ke dalam memori mereka,” ungkapnya.
Manasik haji, mulai dari sa’i, lempar jum’rah dan mengelilingi Ka’bah yang diperkenalkan kepada mereka, akan berdampak positif kepada diri mereka.
Ketua Himpaudi Pariaman, Lucyanel Genius dalam laporannya menuturkan Manasik Haji merupakan kegiatan pertama dilakukan Himpaudi Pariaman.
“Sebanyak 500 anak dari Paud seperti 32 TK dan 64 KB yang ada di Pariaman. Rangkaian kegiatan memperingati HAN tingkat Pariaman 2018,” tutupnya. (rud)
















