Daerah

Kematian Ikan KJA Terus Bertambah di Danau Maninjau

Dibaca : 250

Agam, Prokabar – Ikan budidaya di Danau Maninjau tak terbilang banyaknya, mati beberapa hari lalu. Kini kian meluas.

Pemilik keramba jaring apung (KJA) nanap. Ikan mereka memutih di permukaan danau. Bangkai ikan itu mulai menyebar bau dari satu titik ke titik lainnya.

Pada Kamis (29/4) terus semakin merebak ke sejumlah titik di Nagari Sungai Batang, Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam, Provinsi Sumatera Barat.

Usai melanda petani KJA di Tapian Tampuniak di Jorong Tanjung Sani, pada Senin (26/4), musibah berlanjut ke Tapian Junguik dan Muaro Pauah di Jorong Batung Panjang.

Kematian ikan juga diperkirakan mencapai ratusan ton dari ratusan petak keramba. Membuat kerugian mencapai miliar rupiah. Sedih, duka dan ratap petani hanya mampu ditelan dalam hati. Pasrah dengan keadaan sebagai kehendak Maha Kuasa.

“Kami hanya bisa pasrah dengan keadaan. Karena bencana siapa yang mampu meredamnya? Hanya kuasa ALLAH SWT itu. Bagaimana pun kita berbuat dan berusaha, namun hanya DIA yang menentukan hasil,” Ungkap Syafruddin salah seorang petani kecil di Tapian Muaro Pauah kepada Prokabar.com, Kamis (29/4).

Ikan dalam kerambanya mati menyusul setelah kejadian yang sama di Junguik, Tapian Kampuang Tangah Tanah Sirah. Hanya berselang satu hari, ratusan ton ikan mati.

“Sore kemaren masih aman dan tidak ada tanda-tanda signifikan. Namun sekitar malam pukul 02.00 WIB, kondisi berubah buruk dan mulai terjadi kematian ikan,” tuturnya.

Sementara itu, Fian juga petani ikan KJA membenarkan kejadian tersebut. Resiko terbesar petani ikan KJA adalah kematian secara mendadak.

Banyak versi penyebab kematian ikan ini. Namun berdasarkan pengamatan, pengalaman dan ilmu pengetahuan yang didapat, dipengaruhi cuaca dan arus air di dalam danau.

“Kematian ikan terkadang terjadi usai datangnya angin darat yang berlangsung beberapa hari secara berturut-turut. Terkadang ada pula di saat kondisi cuaca ektrim lainnya. Membuat arus dalam danau berputar kencang. Membuat kadar oksigen rendah dan membuat ikan naik ke permukaan mencari udara. Jika keadaan semakin parah, maka di sanalah ikan menjadi mati. Dan situasi itu sangat sulit diketahui. Kadang ikan selamat, kadang mengalami kematian,” terangnya.

Halaman : 1 2

Baca Juga :

Berani Komen Itu Baik
To Top