Kematian Ikan KJA Di Danau Maninjau Terus Bertambah

Penulis -

Kamis, 6 Februari 2020 - 19:20 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bayua, Prokabar — Kematian ikan keramba jaring apung akibat racun belerang terus bertambah. Setelah puluhan petani di Linggai, Jorong Tanjuang Batuang Nagari Duo Koto, 30 orang petani keramba di Tapian Palapangan, Jorong Kampung Jambu, Nagari Bayur, Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam juga menjadi korban bencana tersebut.

Bencana angin kisau atau angin darek melanda daerah Selingkar Danau Maninjau. Angin kencang itu membuat riak air danau semakin kencang dan menggoncang dasar danau. Akibatnya, tubo belerang naik ke permukaan dan membunuh ikan yang dilaluinya.

“Awalnya, kemaren kita perkirakan ikan yang mati mencapai 30 ton dari sekitar 86 unit petak KJA di Jorong Tanjuang Batuang, Nagari Duo Koto. Namun kematian ikan ternyata terus bertambah sekitar 20 ton lagi. Sehingga perkiraan ikan yang mati mencapai 50 ton di Linggai ini,” ungkap Abdul Fajri, Sekretaris Nagari Duo Koto kepada Prokabar.com, Kamis siang (6/2).

Baca Juga :  Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026

Data tersebut dibenarkan A. Datuak Marajo (52), salah seorang pengusaha sekaligus petani ikan KJA setempat. Menurutnya di Linggai, Jorong Tanjuang Batuang, Nagari Duo Koto terdapat 300 petak unit KJA. Sedangkan ikan yang mati diperkirakan sudah mencapai 50 ton ikan.

Baca Juga :  Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar

Usaha tersebut sudah dilakoni sejak 1992 lalu. Untuk tiga tahun terakhir, bencana tubo belerang, ini yang terparah. Di tahun 2017 lalu, Nagari Duo Koto adalah korban bencana paling terakhir. Namun untuk saat ini, di sini paling perdana terkena dampak racun belerang.

“Kita selaku manusia, hanya berusaha untuk mencari rezki. Namun bencana dan keputusan adalah kehendak Yang Maha Kuasa. Jadi, kita hanya pasrah bila bencana tubo bencana melanda petani keramba di Danau Maninjau,” terangnya.

Senada dengan Andi dan Al, petani KJA di Tapian Palapangan, Jorong Kampuang Jambu, Nagari Bayur. Di sana juga terdapat 350 petak unit KJA yang terkena dampak bencana tersebut.

Baca Juga :  Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 

“Ikan yang mati di sini diperkiraan mencapai 25 ton hingga 30 ton dengan jumlah pemilik 30 orang. Kami berharap pemerintah daerah dapat memberikan perhatian kepada petani kecil ini. Dan semua masyarakat selingkar Danau Maninjau ini saya yakin sepakat, bahwa pertumbuhan ekonomi utama masyarakat Tanjung Raya berasal dari KJA. Bisa kita pastikan jika terjadi bencana terhadap petani KJA, perekonomian masyarakat secara drastis pasti merosot dan menjerit,” pangkas Andi dan Al. (rud)

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 
Kontrak Baru Adhi Karya Capai Rp8,9 Triliun, Moeharmein Sebut Kebutuhan Infrastruktur Nasional Terus Tumbuh
KAI Divre II Sumbar Terus Perkuat Keselamatan Perlintasan Sebidang Kereta Api
KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan
Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026
Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar
Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar
HUT Pasaman Belasan SMA Sederajat Ikuti Lomba Pionering

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 12:01 WIB

Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 

Rabu, 7 Oktober 2026 - 10:56 WIB

Kontrak Baru Adhi Karya Capai Rp8,9 Triliun, Moeharmein Sebut Kebutuhan Infrastruktur Nasional Terus Tumbuh

Rabu, 7 Oktober 2026 - 09:21 WIB

KAI Divre II Sumbar Terus Perkuat Keselamatan Perlintasan Sebidang Kereta Api

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:53 WIB

Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:50 WIB

Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar

Berita Terbaru

Daerah

Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 

Rabu, 7 Okt 2026 - 12:01 WIB

Artikel

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Selasa, 6 Okt 2026 - 20:33 WIB