Trending | News | Daerah | Covid-19

Daerah

Kematian Ikan KJA Di Danau Maninjau Terus Bertambah

Dibaca : 285

Bayua, Prokabar — Kematian ikan keramba jaring apung akibat racun belerang terus bertambah. Setelah puluhan petani di Linggai, Jorong Tanjuang Batuang Nagari Duo Koto, 30 orang petani keramba di Tapian Palapangan, Jorong Kampung Jambu, Nagari Bayur, Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam juga menjadi korban bencana tersebut.

Bencana angin kisau atau angin darek melanda daerah Selingkar Danau Maninjau. Angin kencang itu membuat riak air danau semakin kencang dan menggoncang dasar danau. Akibatnya, tubo belerang naik ke permukaan dan membunuh ikan yang dilaluinya.

“Awalnya, kemaren kita perkirakan ikan yang mati mencapai 30 ton dari sekitar 86 unit petak KJA di Jorong Tanjuang Batuang, Nagari Duo Koto. Namun kematian ikan ternyata terus bertambah sekitar 20 ton lagi. Sehingga perkiraan ikan yang mati mencapai 50 ton di Linggai ini,” ungkap Abdul Fajri, Sekretaris Nagari Duo Koto kepada Prokabar.com, Kamis siang (6/2).

Data tersebut dibenarkan A. Datuak Marajo (52), salah seorang pengusaha sekaligus petani ikan KJA setempat. Menurutnya di Linggai, Jorong Tanjuang Batuang, Nagari Duo Koto terdapat 300 petak unit KJA. Sedangkan ikan yang mati diperkirakan sudah mencapai 50 ton ikan.

Usaha tersebut sudah dilakoni sejak 1992 lalu. Untuk tiga tahun terakhir, bencana tubo belerang, ini yang terparah. Di tahun 2017 lalu, Nagari Duo Koto adalah korban bencana paling terakhir. Namun untuk saat ini, di sini paling perdana terkena dampak racun belerang.

“Kita selaku manusia, hanya berusaha untuk mencari rezki. Namun bencana dan keputusan adalah kehendak Yang Maha Kuasa. Jadi, kita hanya pasrah bila bencana tubo bencana melanda petani keramba di Danau Maninjau,” terangnya.

Senada dengan Andi dan Al, petani KJA di Tapian Palapangan, Jorong Kampuang Jambu, Nagari Bayur. Di sana juga terdapat 350 petak unit KJA yang terkena dampak bencana tersebut.

“Ikan yang mati di sini diperkiraan mencapai 25 ton hingga 30 ton dengan jumlah pemilik 30 orang. Kami berharap pemerintah daerah dapat memberikan perhatian kepada petani kecil ini. Dan semua masyarakat selingkar Danau Maninjau ini saya yakin sepakat, bahwa pertumbuhan ekonomi utama masyarakat Tanjung Raya berasal dari KJA. Bisa kita pastikan jika terjadi bencana terhadap petani KJA, perekonomian masyarakat secara drastis pasti merosot dan menjerit,” pangkas Andi dan Al. (rud)


Baca Juga :

Berani Komen Itu Baik
To Top