Keluhan Guru MTs Muhammadiyah Baringin, Pasca Jalan Terputus

Penulis -

Minggu, 9 Desember 2018 - 11:12 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Palembayan, Prokabar – Dua perkampungan kecil di Sumatra Barat, tepatnya di Jorong Kampung Baringin dan Jorong Talao di Nagari Baringin, Kecamatan Palembayan, Kabupaten Agam telisolir pasca akses satu-satunya terban tidak bisa dilalui lagi. Sekitar 1400 jiwa penduduk di dua perkampungan tersebut terpaksa berjalan kaki melintasi perbukitan dan jurang bila hendak ke luar.

Selain masyarakat umumnya memiliki profesi petani dalam kampung, tidak sedikit pula mereka kerja ke Bukittinggi atau berladang di daerah lain. “Kami sangat bergantung pada akses jalan ini, untuk bisa bertahan dan menjalani hidup lebih baik. Namun, kondisi ini membuat Kami semakin sulit dan menderita,” ungkap Walijorong Kampung Baringin, Rahmat Dt. Panungkek.

Baca Juga :  Kontrak Baru Adhi Karya Capai Rp8,9 Triliun, Moeharmein Sebut Kebutuhan Infrastruktur Nasional Terus Tumbuh

Akan tetapi, yang paling kami sayangkan sekali lanjutnya, di perkampungan tersebut terdapat Madrasah Tsanawiyah Muhammadiyah. Satu-satunya sarana pendidikan masyarakat Nagari Baringin. Dari 14 orang guru pendidik, hanya dua orang guru warga setempat. Selebihnya tinggal di luar Kampung Baringin.

Kepala Sekolah MTs Muhammadiyah Baringin, Chairul Amri mengatakan Sekolah tersebut berdiri sejak 2013 lalu. Dengan semangat perjuangan perantau setempat, cita-cita masyarakat adanya sekolah terwujud. Meski jumlah murid hanya berjumlah 38 orang dengan 3 kelas, setidaknya mereka tidak lagi pergi sekolah ke daerah lain dengan jarak tempuh puluhan kilometer. “Kami sudah memiliki 37 orang alumni. Dan kemungkinan Akan terus meningkat dan semakin lebih baik,” ujarnya.

Baca Juga :  KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan

Sejak terjadinya musibah jalan terban dan terputus, perjuangan guru-guru MTs Muhammadiyah Baringin tersebut semakin berat. Pasalnya, Dari jalan utama menuju perkampungan ini melalui tanjakan perbukitan yang terjal. “Biasanya Kami bisa melaluinya dengan kendaraan roda dua. Tapi sekarang, kami terpaksa jalan kaki. Melalui jalan setapak perbukitan lagi. Bila hujan, pasti tidak akan bisa dilalui,” tuturnya.

Baca Juga :  Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar

Para guru pendidik beserta masyarakat terpaksa harus menunggu pembuatan jalan baru, karena jalan lama yang sudah rusak tidak dapat lagi diperbaiki. Perjuangan tersebut terpaksa harus melalui dengan penuh perjuangan. (rud)

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 
Kontrak Baru Adhi Karya Capai Rp8,9 Triliun, Moeharmein Sebut Kebutuhan Infrastruktur Nasional Terus Tumbuh
KAI Divre II Sumbar Terus Perkuat Keselamatan Perlintasan Sebidang Kereta Api
KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan
Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026
Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar
Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar
HUT Pasaman Belasan SMA Sederajat Ikuti Lomba Pionering

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 12:01 WIB

Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 

Rabu, 7 Oktober 2026 - 10:56 WIB

Kontrak Baru Adhi Karya Capai Rp8,9 Triliun, Moeharmein Sebut Kebutuhan Infrastruktur Nasional Terus Tumbuh

Rabu, 7 Oktober 2026 - 09:21 WIB

KAI Divre II Sumbar Terus Perkuat Keselamatan Perlintasan Sebidang Kereta Api

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:53 WIB

Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:50 WIB

Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar

Berita Terbaru

Daerah

Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 

Rabu, 7 Okt 2026 - 12:01 WIB

Artikel

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Selasa, 6 Okt 2026 - 20:33 WIB