Trending | News | Daerah | Covid-19

Daerah

Keluarga Kurang Mampu Belum Dapat Bantuan, Masih Bisa Kebagian, Begini Caranya.

Dibaca : 134

Agam, Prokabar – Sekretaris Daerah Kabupaten Agam, Martias Wanto Datuak Maruhun menepis kabar miring tidak tepatnya sasaran penyaluran bantuan sembako yang saat ini sedang didistribusikan.

Ia menjelaskan tindakan cepat penyaluran bantuan mengacu Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) Kabupaten Agam Tahun 2019. Sasaran tersebut telah ditetapkan melalui surat edaran Gubernur Sumatera Barat 28 Maret 2020, agar Pemerintah Kabupaten/Kota untuk segera menyediakan anggaran penyediaan beras dan cepat melakukan pendistribusian.

“Kita menyadari masih ada masyarakat yang yang belum terdaftar DTKS dan data tersebut akan segera diperbaharui. Karena memang sudah jauh hari akan dijadwal pendataan pada bulan Juni 2020 mendatang,” terang Dt. Maruhun.

Untuk saat ini, bantuan diprioritaskan kepada masyarakat yang tercatat DTKS. Bagi warga yang belum masuk dalam DTKS maupun terkena dampak ekonomi langsung karena COVID-19 tersebut, tetap bisa mendapatkan bantuan dengan melaporkan dan mendaftar ke nagari setempat,” ujarnya.

Selanjutnya Walinagari akan melakukan verifikasi bagi yang kehilangan penghasilan atau menerima upah harian serta mempunyai pekerjaan harian satu jenis. Bukan PNS/TNI/Polri/Karyawan BUMD/BUMN atau penerima program sembako.

“Warga yang memenuhi kriteria tersebut selanjutnya akan dilaporkan Walinagari ke Dinas Sosial Kabupaten Agam. Selanjutnya, Dinas Sosial akan menyalurkan beras bantuan,” jelasnya.

Sementara itu, lebih rinci, Kepala Dinas Sosial Kabupaten Agam, Rahmi Artati menjelaskan bantuan tersebut sebagai langkah cepat, memastikan masyarakat memiliki kesiapan dampak jangka panjang akibat pemberlakuan Social Distensing yang tidak tahu kapan berakhirnya.

Dampak terparah itu adalah persoalan ekonomi yang mana usaha pemenuhan kebutuhan hidup masyarakat itu sendiri. Ruang gerak masyarakat dibatasi, sementara mereka harus tetap hidup dan membutuhkan kebutuhan hidup. Terutama masyarakat kurang mampu.

Agar penyaluran cepat terealisasi, disesuaikan arahan Pemerintah Pusat dan Pemerintah Provinsi Sumatra Barat, tahap awal digunakan data DTKS.

“Untuk tindakan cepat penyaluran bantuan akibat dampak wabah Covid 19, maka penerima bantuan berpedoman atau mengacu pada Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) Kabupaten Agam Tahun 2019. Bagi warga yang tidak termasuk dalam DTKS, tetap bisa mendapatkan bantuan dengan beberapa mekanisme,” ulasnya.

Rahmi melanjutkan mekanisme tersebut Pertama, masyarakat dapat melaporkan atau mendaftar diri ke pemerintahan nagari setempat. Kedua, Walinagari akan melakukan verifikasi dengan kriteria kehilangan penghasilan, menerima upah harian dan mempunyai pekerjaan harian satu jenis.

Keluarga tercampak itu satu-satunya sumber penghasilan dalam keluarga. Bukan PNS, TNI, Polri, Karyawan BUMD atau BUMN dan bukan pula penerima program sembako.

“Selanjutnya Walinagari akan menyampaikan warganya yang memenuhi kriteria ke Dinas Sosial dan seterusnya Dinas sosial akan menyalurkan beras bantuan tersebut,” pangkas Kadis Sosial Kabupaten Agam tersebut. (rud)


Baca Juga :

Berani Komen Itu Baik
To Top