Maninjau, Prokabar.com – Pengusaha Koveksi Jakarta merek “Key-Ci” salurkan bantuan beras sebanyak 1 Ton (1000 kg) beras kepada masyarakat yang menjadi korban bencana alam di Kabupaten Agam, Provinsi Sumatera Barat, Selasa (23/12).
Bantuan dari Del Feri tersebut tersalurkan melalui keluarganya yang berada di Batu Basa, Aua Malintang, Kabupaten Padang Pariaman. Niki Yudistira, salah seorang keluarga dari donatur, di Lubuk Basung mengatakan, penyaluran menggunakan dua kendaraan L 300. Rombongan Kendaraan pertama melalui Syafrudin dan rombongan melalui rute pertama ke Nagari Maninjau dan ke palembayan.
Rombongan kedua oleh Niki Yudistira bersama Bahtiar Katik Nagari, Irmandianto Ketua Pemuda IPTH, Randi, Ikbal dan Jek Mingkudu. Rombongan kedua tersebut mengantarkan bantuan beras untuk warga Labuhan, Subang Subang dan Tiagan. Menyalurkan bantuan sebayak 70 karung atau 350 kg.
Di Maninjau, bantuan tersalurkan kepada pengungsi Posko Ujuang, warga Jorong Labuah Sungai Batang, yang mengungsi ke Jorong Bancah, Nagari Maninjau. Rumah rusak dan tidak layak huni lagi.
Saat ini sebanyak 163 jiwa atau 67 KK masih bertahan tetap tinggal di Posko Kampung Ujung, Nagari Maninjau tersebut. Kedatangan rombongan dari Ujung Pematang Batu Basa, melalui koordinator Syafruddin bersama tokoh masyarakat Rudi Rajo intan, menyalurkan 57 karung beras. Satu karung beras beratnya 5 kg. Jadi jumlah bantuan dari ” Key – Ci” berbagi ke Posko Ujuang, sebanyak 285 kg. Koordintor Posko Ujuang, S.A Khatik Basa bersama Ridwan dan warga masyarakat pengungsi lainnya menerima langsung bantuan dan mengucapkan terimakasih.
Rudi Rajo Intan atas nama masyarakat pengungsi di Kampung Ujung, Jorong Bancah mengucapkan banyak terima kasih kepada Pimpinan Kompeksi “Key – Ci” dan rombongan masyarakat Batu Basa atas bantuannya kepada warga kami, ucap Rudi yang juga Pengurus PWI kabupaten Agam dengan nada tulus.
Kemudian rombongan kembali ke Lubuk Basung dan melanjutkan perjalanan mengantarkan paket bantuan ke Kecamatan Palembayan. Setiba di Palembayan, bantuan tersalurkan di tiga titik posko dan juga ada yang langsung kepada masyarakat korban dan terdampak bencana.
Edi Anto, salah seorang korban yang rumah hancur akibat banjir bandang mengucapkan terimakasih kepada rombongan atas perhatian dan kepedulian pihak dermawan tersebut. Keluhan saat ini, masyarakat korban bencana di Palembayan itu masih bingung. “Keluarga kami selaku korban, masih tinggal di posko penampungan. Karena rumah -rumah kami sudah tidak ada lagi,” ujarnya. (rud)
















