Trending | News | Daerah | Covid-19

Daerah

Kelok 44 Sudah Bisa Dilalui, Bobot Maksimal Hanya 10 Ton

Dibaca : 988

Agam, Prokabar — Setelah dua hari dilakukan pengerjaan jalan amblas di Kelok 10, tepatnya jalan Kelok 44, Jalur Simpang Padang Lua Menuju Simpang Manggopoh akhirnya tuntas, Rabu (6/8). Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (DPUPR) Provinsi Sumatra Barat mengkebut pengerjaan dengan sistem lembur hingga malam hari.

“Alhamdulillah, akses jalan Kelok 44 sudah bisa dilalui. Pihak DPUPR Provinsi Sumatra Barat telah selesai mengerjakannya. Jalan sudah bisa dikerjakan namun dengan syarat hanya bisa dilewati kendaraan muatan maksimal 10 Ton,” ungkap Camat Tanjung Raya, Handria Asmi bersama Waka Polsek Tanjung Raya, Iptu Akhiruddin, saat dikonfirmasi Prokabar.com di Maninjau, Rabu sore (6/8).

Ia melanjutkan Akses Kelok 44 merupakan akses paling viral bagi masyarakat. Juga dibutuhkan Pemerintah Kabupaten Agam untuk mobilisasi. Pasalnya, akses paling terdekat untuk beraktifitas menuju Agam Timur. Akses tersebut juga sarana pendistribusian hasil pertanian dan perikanan menuju Pasar Padang Lua dan Bukittinggi.

“Jalur Simpang Padang Lua menuju Lubuk Basung Manggopoh ini menjadi tumpuan transportasi logistik atau distribusi hasil pertanian beserta perikanan ke Bukittinggi. Artinya, jalan sangat dibutuhkan masyarakat Agam Barat untuk menuju Agam Timur ataupun ke Kota Bukittinggi. Termasuk Bus angkutan umum antar Kota/Kabupaten dan provinsi,” ujarnya.

Sementara itu, Kapolsek Tanjung Raya, melalui Waka Polsek Tanjung Raya, Iptu Akhiruddin menambahkan akses transportasi ini memang sangat urgen dan penting bagi masyarakat dan Pemerintah Kabupaten Agam.

“Kondisi jalan belum sepenuhnya stabil karena bersifat sementara. Apalagi dibatasi beban muatan kendaran, hanya 10 Ton saja. Pengamanan dan pengawasan akan terus dilakukan secara bersama-sama. Kami menghimbau seluruh masyarakat, khususnya pengguna jalan, bisa memahami hal ini,” terangnya.

Untuk pengerjaan lanjutan atau secara permanen, menurut pihak DPUPR Provinsi Sumatera Barat, baru bisa dilaksanakan pada anggaran tahun 2021 nanti. Agar akses jalan bisa bertahan hingga tahun depan, dibutuhkan kesadaran semua pihak.

“Perlu kita sadari kembali bahwa batas bobot kendaraan yang bisa dilalui Kelok 44 saat ini hanya 10 Ton saja. Karena jika kembali amblas atau rusak, maka kerugian akan kembali dialami bersama. Untuk itu, penting sama-sama menjaga, mengerti dan menyadari kondisi tersebut,” pungkasnya. (rud)


Baca Juga :

Berani Komen Itu Baik
To Top