Daerah

Kejari Pasaman Sita Rumah DPO Tersangka Korupsi Anggaran Pasca Bencana

Dibaca : 1.1K

Pasaman, Prokabar – Kejaksaan Negeri Pasaman telah menyita aset tersangka Sufnizar alias Abang panggilan Babang yang kini masuk Daftar Pencarian Orang (DPO) kasus dugaan korupsi senilai Rp700 juta.

Kepala Kejaksaan Negeri Pasaman, Fitri Zulfahmi didampingi Kasi Pidana Khusus, Erik Eriyadi menjelaskan, aset yang disita kejaksaan berupa satu unit rumah milik DPO Sufnizar. Rumah ini berada di Ulee Kareng, Banda Aceh Kota Syah Kuala Banda Aceh.

“Rumah ini milik Sufnizar alias Abang. Sejak terjerat kasus dugaan korupsi ini, Abang mencoba mengelabuhi tim jaksa dengan menukarkan akta kepemilikan rumah yang kami sita ken ama orang lain. Kami tidak tinggal diam. Setelah diklarifikasi, pemilik rumah mengaku, kalau rumah itu memang milik Sufnizar. Kami pun langsung menyitanya,” kata Erik.

Diakui Erik, tim yang berangkat dari Pasaman ke Aceh berhasil melakukan penyitaan dan penyegelan rumah, Rabu (14/4) siang. Tim dari Kejari Pasaman didampingi pihak Kejaksaan Tinggi Aceh.

Rumah yang disita ini cukup besar. Bahkan berlantai dua dan ada pula garasinya. “Siang tadi laporan masuk dari tim kami, kalau penyegelan telah dilakukan,” kata Erik.

Diakui Erik, hanya satu unit rumah ini yang disita Kejari Pasaman. Belum ada harta benda DPO lainnya yang jadi target penyitaan.

Sebelumnya, Sufnizar terlibat dalam, kasus korupsi anggaran pasca bencana tahun 2016 yang bersumber dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana Daerah (BNPB) di Pasaman.

Hasil kerja yang dilakukan Sufnizar, selaku sub rekanan banyak mark up. Akibatnya, negara dirugikan sekitar Rp773 juta. (Ola)


Baca Juga :

Berani Komen Itu Baik
To Top