Trending | News | Daerah | SemenPadangFC

Daerah

Kejari Lubuk Basung Lakukan Pemusnahan Bagian Tubuh Satwa Dilindungi

Agam, Prokabar — Kejaksaan Negeri Lubuk Basung memusnahkan bagian tubuh satwa dilindungi yang merupakan barang bukti perkara tindak pidana yang telah berkekuatan hukum tetap (incrah). Barang bukti yang terdiri dari 2 Kepala Badak, 5 tanduk kambing hutan, 2 tanduk Rusa, 1 kepala Buaya, 1 kepala Kijang, 11 lembar potongan kulit kambing hutan dan 23 potong daging kijang.

“Barang bukti dalam 3 kasus tindak pidana menangkap, melukai, membunuh, menyimpan, memiliki, dan memperniagakan satwa dilindungi yang telah divonis oleh pengadilan Negeri Lubuk Basung,” ungkap Kajari Lubuk Basung, Rudi H. Manurung, melalui keterangan yang diterima, Jumat (6/9)

Pemusnahan barang bukti sesuai ketentuan Undang undang nomor 5 tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan ekosistemya serta putusan majelis hakim.

Sebelumnya, Januari 2019 pelaku S (71) ditangkap di Bawan kecamatan ampek nagari karena memperniagakan 1 buah bagian kepala kambing hutan,. Di awal April 2019 juga diamankan BS dan SW oleh petugas di pasas inpres Lubuk Basung ketika memperniagakan bagian tubuh satwa berupa 2 kepala badak, 1 kepala buaya, 2 tanduk rusa, 4 kepala kambing hutan, dan 11 lembar potongan kulit kambing hutan.

Terakhir, April 2019 petugas juga menangkap AW (36) di Muko-muko, Nagari Koto Malintang ketika menangkap, membunuh dan memperniagakan satwa jenis Kijang dengan barang bukti 1 kepala dan 23 potong daging kijang.

Sesuai Undang undang nomor 5 tahun 1990 tentang konservasi sumber daya alam hayati dan ekosistemnya, setiap orang dilarang menangkap, melukai, membunuh, memiliki, menyimpan, mangangkut, memelihara dan memperniagakan tumbuhan dan satwa dilindungi. Baik dalam keadaan hidup, mati, ataupun bagian-bagian dari tubuhnya.

“Pelaku diancam dengan pidana maksimal 5 tahun penjara dan denda maksimal 100 juta rupiah,” pungkasnya. (rud)

Berani Komen Itu Baik
Tirto.ID
Loading...
To Top