Pasaman, Prokabar — Dinas Kesehatan Pasaman jalin kerjasama dengan penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) setempat. Kerjasama yang dituangkan dalam nota kesepahaman ini dilakukan seiring pencanangan bulan bakti dasawisma 2020 di Pasaman. Bahkan, Bupati Pasaman Yusuf Lubis sangat mengapresiasi tindakan ini.
Kepala Dinas Kesehatan, Arnida menjelaskan, kerjasama ini teramat penting. Pasalnya, instansi di sektor kesehatan baru bisa menangani sekitar 30 persen masalah kesehatan. Ini masih perlu penanganan ekstra melalui lintas sektor.
“Salah satu upaya lintas sektor ini, ialah menggandeng penggerak PKK. Kita menyadari, PKK bersentuhan langsung dengan masyarakat, dimana salah satu upaya PKK ialah menciptakan gerakan masyarakat hidup sehat (Germas). Makanya, kita menggandeng PKK ini, supaya dengan terealisasinya Germas, maka dapat mencegah masalah kesehatan,” kata Arnida.
Masalah kesehatan yang paling utama ditangani sektor kesehatan di Pasaman saat ini ialah stunting, kasus keterlambatan pertumbuhan kembang anak seusianya.
“Di Pasaman, angka stunting cukup tinggi. Harapan kami, dengan adanya kerjasama lintas sektor ini bisa memaksimalkan implementasi Germas dan pencegahan stunting di tengah masyarakat,” tukas Arnida. (Ola)
















