Kejadian Bunuh Diri Marak Di Agam, Ada Apa?

Penulis -

Senin, 25 November 2019 - 09:43 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Lubuk Basung, Prokabar — Peristiwa dugaan bunuh diri marak terjadi di Wilayah Hukum Polres Kabupaten Agam. Terutama di di tahun 2019 ini saja, terhitung ada 5 kasus di daerah Agam Barat.

Rentetan peristiwa tersebut seperti bapak menderita tumor otak di Jorong Siguhung Lubuk Basung pada 7 Oktober 2019, seorang ibu di Kampung Parak Jorong Sungai Jariang Nagari Koto Panjang, pada 17 Oktober 2019. Ibu muda dituduh selingkuh di Jorong Data Baringin, Palembayan pada 9 September 2019. Dan Mardison (55) di Kampung Pinang, Lubuk Basung pada 14 November 2019 lalu.

Baca Juga :  Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar

Menurut Khudri, salah seorang pengamat sosial sekaligus wartawan senior di Kabupaten Agam mengatakan, terdapat beberapa faktor penyebab orang berani dan nekat melakukan bunuh diri. Pertama lemahnya imannya bahkan bisa dikatakan tidak beriman. Kalau orang beriman takut bunuh diri. Sebab dalam ajaran Agama Islam, bunuh diri itu dosa yang tidak dapat terapuni dan kekal dalam neraka.

Baca Juga :  Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar

“Karena lemahnya iman ditambah adanya tekanan atau beban hidup yang hebat, sehingga akhirnya mengambil jalan pintas yang dianggapnya sebuah solusi terbaik bagi dirinya,” terang Wartawan senior Harian Singgalang kontributor Agam tersebut beberapa waktu lalu.

Ia melanjutkan faktor kedua, akibat gangguan jiwa. Orang yang mengalami gangguan diluar kesadarannya melakukan bunuh diri. Adanya bisikan-bisikan syetan yang mendorong orang tersebut melakukan tersebut.

Baca Juga :  Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026

“Karena itu, kewajiban semua pihak terutama pemerintah, tokoh agama, tokoh masyarakat, guru-guru, para orang tua harus terus menyerukan dan meyakinkan semua orang bahwa bunuh diri itu adalah perbuatan dimurkai ALLAH SWT,” tegasnya.

Himbauan dan nasihat bisa dilakukan disetiap pertemuan pengajian, khutbah Jum’at dan sebagainnya. “Apabila sebuah keluarga mengalami gangguan jiwa, segera melakukan pengobatan. Disertai pendekatan kegiatan keagamaan secara intensif,” pungkasnya. (rud)

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan
Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026
Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar
Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar
HUT Pasaman Belasan SMA Sederajat Ikuti Lomba Pionering
Keputusan Tim Keabsahan PORPROV Dipertanyakan, KONI Padang Pariaman Sebut Kasus Atlet Tentrem Pangestuti Belum Tuntas
Dibalut Tradisi Makan Bajamba, Malam Resepsi HUT ke-81 Sumbar Perkuat Kebersamaan dan Kolaborasi
KAI dan Polda Sumbar Perkuat Kolaborasi Hadapi Potensi Ancaman Terorisme di Moda Transportasi Kereta Api

Berita Terkait

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:55 WIB

KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:53 WIB

Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:50 WIB

Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar

Senin, 5 Oktober 2026 - 07:30 WIB

Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 15:13 WIB

HUT Pasaman Belasan SMA Sederajat Ikuti Lomba Pionering

Berita Terbaru

Artikel

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Selasa, 6 Okt 2026 - 20:33 WIB