Lubuk Basung, Prokabar — Peristiwa dugaan bunuh diri marak terjadi di Wilayah Hukum Polres Kabupaten Agam. Terutama di di tahun 2019 ini saja, terhitung ada 5 kasus di daerah Agam Barat.
Rentetan peristiwa tersebut seperti bapak menderita tumor otak di Jorong Siguhung Lubuk Basung pada 7 Oktober 2019, seorang ibu di Kampung Parak Jorong Sungai Jariang Nagari Koto Panjang, pada 17 Oktober 2019. Ibu muda dituduh selingkuh di Jorong Data Baringin, Palembayan pada 9 September 2019. Dan Mardison (55) di Kampung Pinang, Lubuk Basung pada 14 November 2019 lalu.
Menurut Khudri, salah seorang pengamat sosial sekaligus wartawan senior di Kabupaten Agam mengatakan, terdapat beberapa faktor penyebab orang berani dan nekat melakukan bunuh diri. Pertama lemahnya imannya bahkan bisa dikatakan tidak beriman. Kalau orang beriman takut bunuh diri. Sebab dalam ajaran Agama Islam, bunuh diri itu dosa yang tidak dapat terapuni dan kekal dalam neraka.
“Karena lemahnya iman ditambah adanya tekanan atau beban hidup yang hebat, sehingga akhirnya mengambil jalan pintas yang dianggapnya sebuah solusi terbaik bagi dirinya,” terang Wartawan senior Harian Singgalang kontributor Agam tersebut beberapa waktu lalu.
Ia melanjutkan faktor kedua, akibat gangguan jiwa. Orang yang mengalami gangguan diluar kesadarannya melakukan bunuh diri. Adanya bisikan-bisikan syetan yang mendorong orang tersebut melakukan tersebut.
“Karena itu, kewajiban semua pihak terutama pemerintah, tokoh agama, tokoh masyarakat, guru-guru, para orang tua harus terus menyerukan dan meyakinkan semua orang bahwa bunuh diri itu adalah perbuatan dimurkai ALLAH SWT,” tegasnya.
Himbauan dan nasihat bisa dilakukan disetiap pertemuan pengajian, khutbah Jum’at dan sebagainnya. “Apabila sebuah keluarga mengalami gangguan jiwa, segera melakukan pengobatan. Disertai pendekatan kegiatan keagamaan secara intensif,” pungkasnya. (rud)
















