Paninjauan, prokabar – Peran Kelompok Tani (Keltan), semakin memegang peranan penting dalam upaya meningkatkan kualitas pertanian di Nagari Paninjauan, Kecamatan X Koto Kabupaten Tanah Datar. Saat ini tercatat 37 Kelompok Tani di nagari yang mengandalkan sektor tanaman holtikultura.
Salah satu yang paling aktif adalah Kelompok Tani Karya Mitra Sejahtera (KMS). Beranggotakan sekitar 40 orang, KMS yang didirikan tahun 2008 atau sekitar 16 tahun yang lalu, terus berupaya kemajuan kelompok.
Ketua kelompok Tani KMS, Taufik Hidayat, mengatakan kunci awetnya kelompok tani yang dipimpinnya adalah semangat gotong royong dan kekeluargaan. Dengan hal itu, kegiatan kelompok yang bisa membantu finansial dan meningkatkan kesejahteraan anggota.
Sejauh ini, menurut Taufik, usaha kelompok tani KMS tetap mengacu pada trend pertanian di Paninjauan, yaitu Olerikultura, salah satu bagian tanaman holtikultura yang jenisnya adalah tanaman sayur-sayuran dengan berbagai varian-nya, seperti sawi, seledri, bawang daun, bawang merah, cabai, dan berbagai jenis tanaman lainnya.
Saat ini, KMS sudah punya lahan garapan kurang lebih 2 hektar. Untuk permodalan, berasal dari kas kelompok dan juga patungan dari anggota. “Kegiatan kelompok rutin dilakukan sekali seminggu, setiap hari Selasa.”kata Taufik, yang didampingi sekretaris kelompok, Gustiar St Mangkudun,
Selain itu, kelompok juga sudah punya inventaris, diantaranya berupa lima unit mesin potong rumput dan 3 unit sprayer electric. Namun begitu, untuk ke depan KMS masih sangat membutuhkan tambahan Alsintan (alat dan mesin pertanian) agar pengerjaan lahan bisa lebih cepat dan efisien.
“Salah satunya yang sangat kami butuhkan saat ini adalah mesin bajak atau cultivator. Dengan adanya mesin itu, pengerjaan lahan tentunya bisa lebih mudah, cepat, dan tentunya lebih hebat tenaga, dibanding pengerjaan secara manual.”tambah Gustiar St Mangkudun.
Karena itu, para pengurus KMS terus melakukan upaya dan komonikasi dengan pihak-pihak terkait pengadaaan alsintan untuk kelompok. “Alhamdulillah, baru-baru ini kelompok kami di menjadi salah satu Keltan di Paninjauan yang mendapatkan bantuan pompa air dari Pemkab Tanah Datar.”katanya, kepada prokabar, Selasa (30/7/2024).

Penyediaan mesin pompa dimaksudkan sejalan dengan program pompanisasi Pemkab Tanah Datar untuk membantu para petani, karena sistem irigasi yang tidak optimal saat debit air berkurang, pada saat musim kemarau seperti saat ini.
“Pastinya hal itu sangat membantu para petani yang kerkendala pengairan, dan ke depan kami berharap kepada pihak-pihak terkait agar program-program bantuan seperti ini ini terus dilakukan.”timpal Taufik.
Selain itu, untuk lebih menambah pengetahuan para anggota, KMS yang bisa dikatakan sebagai salah satu kelompok juga secara berkala diadakan temu lapangan (field day), yang menghadirkan orang-rang yang kompeten di bidang pertanian.
“Ini sebagai salah satu metode pemberdaya petani melalui pertemuan para petani, peneliti, penyuluh dan pemerintahan untuk saling tukar informasi tentang teknologi pertanian yang diterapkan dan diharapkan adanya umpan balik dari petani.”kata Gustiar.
Intinya kegiatan Field Day diharapkan dapat menggali potensi, masalah, dan hambatan yang ditemui oleh para petani dalam melaksanakan kegiatan usaha tani.
“Saat ini kami masih memakai alat manual, kami berharap untuk meningkatkan kuantitas dan kualitas produksi, kami meminta bantuan dari pihak pemerintah untuk selalu membantu kelompok tani,”tutupnya.(*)
















