Lombok, Prokabar — Mayoritas masyarakat Kabupaten Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat (NTB) hingga Senin (13/8) belum bisa melakukan kegiatan perekonomian, akibat kerusakan parah sejumlah sarana dan prasarana umum.
Dari informasi yang dihimpun Prokabar, banyak bangunan milik masyarakat maupun pemerintah runtuh akibat gempa beruntun yang terjadi beberapa waktu lalu. Atas kerusakan itu, masyarakat menjadi sulit menjalankan aktivitas perekonomian di sekitar wilayah tersebut.
Saat ini fokus masyarakat di Lombok Utara hanya ingin bertahan melewati masa tanggap darurat selama dua minggu ke depan. Kemudian mendapatkan sejumlah bantuan dari pemerintah untuk memulai kembali menjalankan roda perekonomiannya.
Kondisi masyarakat masih membutuhkan bantuan dari berbagai pihak, tak hanya dari pemerintah semata, karena pengungsi mayoritas membuat kamp pengungsian yang tidak jauh dari tempat tinggalnya.
Hal ini tentu saja membuat alur distribusi bantuan agak tersendat mengingat tersebarnya kamp pengungsian di sana. Jadi, masyarakat jika mendesak memerlukan kebutuhan akan meminta dari jalan-jalan utama yang dilewati oleh para relawan. (*/hdp)
















