Trending | News | Daerah | Covid-19

Daerah

Kecolongan, IGD dan VIP RSUD Hanafiah Ditutup Sementara

Dibaca : 329

Tanah Datar, Prokabar – Instalasi gawat darurat (IGD) dan pelayanan rawat VIP RSUD Hanafiah Batusangkar ditutup sementara untuk umum. Penutupan ini terjadi karena pihak IGD kecolongan dengan menerima pasien yang akhirnya dinyatakan positif covid 19.

Kecolangan ini terjadi karena pasien yang tidak jujur saat dimintai keterangan oleh petugas dan dokter yang berjaga saat itu. Akhirnya diketahui, jika pasien usai melakukan swab tes dan hasil swab tersebut-pun dinyatakan terkonfirmasi positif covid 19.

Direktur RSUD Hanafiah Batusangkar, Afrizal Hasan menyayangkan ketidak jujuran pasien saat dimintai keterangan oleh petugas medis. Padahal, keterangan tersebut sangat penting demi keselamatan bersama dari paparan Covid 19.

“Dasar IGD ditutup, karena adanya dijumpai kasus positif Covid 19 yang dirawat di rumah sakit. Itu disebabkan karena kita kecolongan ketidak jujuran pasien kepada petugas rumah sakit waktu pemeriksaan detriase dan analisa dokter IGD. Pasien juga usai melakukan swab dan hasilnya diketahui positif,” ungkapnya

Penutupan pelayanan IGD dan VIP dikarenakan seluruh petugas kesehatan dipelayanan IGD tersebut mesti menjalani swab tes usai kontak dengan pasien. Sampel swab tersebut telah dikirimkan ke laboratorium kedokteran Universitas Andalas pada jumat (14/8).

“Swab tes kita lakukan kepada seluruh petugas kesehatan kita yang ada di IGD dan di VIP. Sampelnya telah kita kirim ke Padang tadi pagi,” pungkasnya.

Afrizal juga menegaskan jika pelayanan IGD RSUD Hanafiah Batusangkar akan kembali dibuka setelah hasil swab tes diterima dari laboratorium dibawah kendali dr. Andani Eka Putra.

“Kalau hasilnya keluar besok pagi, dan tenaga kesehatan kita negatif, kita lansung buka hari itu juga. Seandainya ditemukan ada yang positif, maka akan kita pisahkan dan isolasi,” tegasnya.

Menanggapi keinginan masyarakat yang ingin pelayanan IGD tetap dibuka, Afrizal mengungkapkan jika tidak mungkin membuka pelayanan IGD jika petugasnya pernah kontak dengan pasien terkonfirmasi positif Covid 19. Selain itu, tidak seluruh tenaga medis bisa bekerja di pelayanan IGD karena mereka terbentur dibidang ilmu masing masing.

“Kita menutup IGD ini salah satu memutus mata rantai penyebaran Covid 19. Kita buka pun IGD, siapa yang akan bekerja. Tidak semua perawat atau tenaga medis di RSUD kita yang bisa bekerja di IGD. Ada bidang ilmu mereka masing masing,” tutupnya. (eym)


Baca Juga :

Berani Komen Itu Baik
To Top