Kecanduan Game Kini Masuk Kategori Penyakit

Penulis -

Minggu, 26 Mei 2019 - 19:29 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Padang, Prokabar — Organisasi Kesehatan Dunia atau World Health Organization (WHO) telah memutuskan untuk memasukkan kecanduan bermain game (gaming disorder) kedalam daftar penyakit.

Sebanyak 194 anggota kelompok telah sepakat untuk membuat keputusan pada hari Sabtu, 25 Mei 2019 di Majelis Kesehatan Dunia ke-72.

Dikatakan, WHO telah menyetujui untuk merevisi dari International Statistical Classification of Diseases and Related, yang juga dikenal sebagai ICD-11. Revisi baru dari ICD ini mencakup gangguan akibat bermain game yang kini dianggap sebagai sebuah penyakit.

Menurut WHO ICD-11, ini adalah definisi dan karakterisasi kecanduan bermain game, yakni “Pola perilaku bermain game yang terus-menerus atau berulang (‘game digital’ atau ‘video-gaming’), yang mungkin dilakukan secara online ataupun offline dimanifestasikan oleh:

1. Gangguan kontrol atas game (contoh, onset, frekuensi, intensitas, durasi, pemutusan, konteks);

2. Meningkatnya prioritas yang diberikan untuk game, sejauh game didahulukan dari minat hidup dan aktivitas sehari-hari lainnya; dan

3. Kelanjutan atau peningkatan permainan meskipun telah terjadi konsekuensi negatif. Pola tingkah laku cukup keras untuk menghasilkan penurunan yang signifikan dalam bidang fungsi pribadi, keluarga, sosial, pendidikan, pekerjaan atau beberapa hal penting lainnya.”

WHO juga menjelaskan bahwa keputusannya untuk memasukkan kecanduan bermain game sebagai sebuah penyakit dibuat oleh para ahli dari berbagai disiplin ilmu dan wilayah. Selain itu, keputusan ini juga dibuat karena berdasarkan beberapa alasan dari sejumlah bukti yang tersedia.

Pada bulan Juni 2018, WHO telah menyelesaikan ICD-11 dan berbagai organisasi industri video game, seperti ESA, mendorong kembali keputusan tersebut. Dilaporkan, bahwa ESA merasakan keputusan yang dibuat masih dianggap kurang memadai, terutama terkait dengan masalah kesehatan mental akibat kecanduan bermain game.

ICD-11 hasil revisi telah diumumkan oleh WHO dan akan mulai berlaku pada tanggal 1 Januari 2022. Harus diakui, kecanduan game memang telah lama menjadi masalah bagi sebagian orang dan menjadi topik yang menarik untuk diperdebatkan, tidak hanya oleh peneliti, tetapi juga oleh pelaku kesehatan.

Douglas Gentile, psikolog, dan kepala Media Research Lab Iowa State University pernah mengatakan bahwa dirinya telah melakukan survei terhadap ribuan subjek.

Dari survei tersebut disimpulkan bahwa kecanduan bermain game bisa berdampak depresi yang merusak sendi-sendi kehidupan manusia.

Dari sana, Douglas Gentile juga mengatakan bahwa itu bisa dianggap sebagai sebuah gangguan. Di sisi lain, tentu saja klasifikasi dan pengakuan gangguan akibat bermain game ini oleh WHO juga menjadi langkah besar ke depan dalam perdebatan seputar kecanduan game. (*/hdp)

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Deteksi AFib Untuk Mencegah Stroke Lebih Mudah Dengan OMRON Complete
Anggota DPR RI Ingatkan Masyarakat untuk Cerdas Mengkonsumsi Produk
Aurelius Hospital Negeri Sembilan: Destinasi Wisata Medis Terbaik di Malaysia dengan Layanan Kelas Dunia
Ade Rezki Pratama Dorong Penggunaan Sediaan Farmasi dan Alat Kesehatan Produksi Dalam Negeri
Ini Kelebihan Pembalut Organik untuk Kulit dan Kesehatan Reproduksi Wanita
XL Axiata dan Komunitas Jurnalis Gelar Donor Darah untuk Anak-Anak Penderita Kanker
XL Axiata Salurkan Bantuan untuk Korban Kabut Asap di Kalsel
Upaya Ade Rezki Pratama Tekan Angka Stunting di Limapuluh Kota 

Berita Terkait

Senin, 21 Oktober 2024 - 10:17 WIB

Deteksi AFib Untuk Mencegah Stroke Lebih Mudah Dengan OMRON Complete

Minggu, 11 Agustus 2024 - 21:19 WIB

Anggota DPR RI Ingatkan Masyarakat untuk Cerdas Mengkonsumsi Produk

Minggu, 21 Juli 2024 - 22:18 WIB

Aurelius Hospital Negeri Sembilan: Destinasi Wisata Medis Terbaik di Malaysia dengan Layanan Kelas Dunia

Rabu, 13 Desember 2023 - 22:50 WIB

Ade Rezki Pratama Dorong Penggunaan Sediaan Farmasi dan Alat Kesehatan Produksi Dalam Negeri

Rabu, 29 November 2023 - 17:26 WIB

Ini Kelebihan Pembalut Organik untuk Kulit dan Kesehatan Reproduksi Wanita

Berita Terbaru

Artikel

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Selasa, 6 Okt 2026 - 20:33 WIB