Kecamatan ini Berpotensi Jadi Sentra Sapi Potong di Pessel

Penulis -

Jumat, 2 Oktober 2020 - 09:52 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pessel, Prokabar — Tingginya potensi di Kecamatan Sutera menjadi salah satu peluang untuk dijadikan sebagai sentra pengembangan sapi potong di Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel), Sumatra Barat.

“Upaya itu perlu dilakukan agar ekonomi masyarakat, terutama petani peternak semakin meningkat,” kata Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnakeswan) Pesisir Selatan, Efrianto, dilansir Prokabar dari MC Pessel, Jumat (2/10).

Dia menegaskan bahwa, kecamatan itu memang akan dijadikan sebagai sentra ternak sapi potong. “Penetapan Kecamatan Sutera sebagai sentra sapi potong sebagaimana saat ini, memang didasari oleh besarnya potensi pengembangan yang bisa dilakukan oleh masyarakat. Selain memiliki lahan pakan yang luas, kawasan gembala juga tersebar pada beberapa nagari yang ada di kecamatan itu,” kata dia.

Baca Juga :  Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar

Dijelaskan bahwa, di Pessel jumlah ternak jenis sapi potong ada 80.976 ekor yang terdiri 21.806 ekor jantan, dan 59.170 ekor betina. “Dari jumlah itu, 10.003 ekornya terdapat di Kecamatan Sutera, untuk jenis betina 7.733 ekor, dan jantan 2.270 ekor pula,” terang dia.

Baca Juga :  KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan

Dia menyampaikan bahwa untuk menunjang dan memaksimalkan upaya itu, para wali nagari di kecamatan itu telah menyepakati semua nagari mengalokasikan anggaran melalui Dana Desa untuk mendukung program tersebut.

“Sedangkan dari pihak Disnakeswan, kami juga telah menyiapkan satu orang dokter hewan dan beberapa orang petugas Inseminasi Buatan (IB) atau kawin suntik. Langkah ini bertujuan agar pengembangan sapi potong pada kecamatan yang dijadikan sebagai sentra ini, benar-benar bisa dilakukan secara maksimal,” ungkap dia.

Baca Juga :  Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar

Camat Sutera Fakhrudin, ketika dihubungi menjelaskan, pihaknya memang memberikan dorongan kepada semua pemerintah nagari agar melakukan pengelolaan dan pengembangan sapi potong, karena potensinya besar.

“Bahkan semua nagari juga kita dorong memiliki dan mempersiapkan satu orang warganya, untuk selalu bisa mengikuti pelatihan IB yang diadakan Disnakeswan. Tujuannya agar pengembangan sapi potong bisa dilakukan secara maksimal pada kecamatan yang dijadikan sentra ini,” kata dia.(*)

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan
Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026
Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar
Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar
HUT Pasaman Belasan SMA Sederajat Ikuti Lomba Pionering
Keputusan Tim Keabsahan PORPROV Dipertanyakan, KONI Padang Pariaman Sebut Kasus Atlet Tentrem Pangestuti Belum Tuntas
Dibalut Tradisi Makan Bajamba, Malam Resepsi HUT ke-81 Sumbar Perkuat Kebersamaan dan Kolaborasi
KAI dan Polda Sumbar Perkuat Kolaborasi Hadapi Potensi Ancaman Terorisme di Moda Transportasi Kereta Api

Berita Terkait

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:55 WIB

KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:53 WIB

Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:50 WIB

Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar

Senin, 5 Oktober 2026 - 07:30 WIB

Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 15:13 WIB

HUT Pasaman Belasan SMA Sederajat Ikuti Lomba Pionering

Berita Terbaru

Artikel

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Selasa, 6 Okt 2026 - 20:33 WIB