Kecamatan Bayangutara Bakal Jadi Sentra Sayur di Pesisir Selatan

Penulis -

Jumat, 27 September 2019 - 08:08 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pesisir Selatan, Prokabar — Pemerintah daerah (Pemda) Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel), melalui Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan (Distanhortbun) melakukan pemetaan atau pengelompokan kawasan berbasis potensi guna mendorong dan meningatkan kepercayaan konsumen untuk membeli hasil produksi petani sesuai harga pasar.

Kepala Distanhortbun Pessel, Nusirwan mengatakan, pihaknya terus melakukan dorongan kepada masyarakat petani di daerah itu agar memiliki kawasan sentra produksi.

Baca Juga :  Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar

“Langkah ini mesti dilakukan agar Pessel memiliki kawasan-kawasan produksi unggulan sesuai dengan potensi yang dimiliki. Sebab pola ini akan memberikan dampak keuntungan bagi petani dalam mendapatkan jaminan pasar,” katanya, dilansir Prokabar dari MC Pessel, Jumat (27/9).

Dia mengungkapkan, khusus perkebunan kelapa sawit, potensi besarnya ada di Kecamatan Airpura, Pancungsoal, Basa Ampek Balai, Ranah Ampek Hulu, Lunang dan Kecamatan Silaut.  

Baca Juga :  KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan

Sementara produksi padi berada pula di bagian tengah hingga utara yang meliputi Kecamatan Linggo Sari Baganti, Ranahpesisir, Lengayang, Sutera, Batangkapas, IV Jurai, Bayang dan Koto XI Tarusan.

“Khusus tanaman sayur-sayuran, ada  di bagian timur yang meliputi sebagian Kecamatan Bayang, dan Kecamatan Bayangutara. Karena potensi itu, sehingga dua kecamatan ini kita tetapkan sebagai sentra sayuran di Pessel,” ujarnya.

Baca Juga :  Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026

Dijelaskan bahwa, jenis sayuran yang dikembangkan di dua kecamatan itu adalah bawang merah, kol, markisa, tomat, cabai, buncis, dan lainya.  

“Berbagai jenis sayuran itu bisa dikembangkan, sebab kecamatan Bayang dan Bayangutara berada pada daerah ketinggian dengan iklim yang dingin, serta curah hujan tinggi. Potensi pengembangan lahan sayuran di dua kecamatan ini mencapai 5.000 hektare,” tutup dia. (*/hdp)

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan
Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026
Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar
Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar
HUT Pasaman Belasan SMA Sederajat Ikuti Lomba Pionering
Keputusan Tim Keabsahan PORPROV Dipertanyakan, KONI Padang Pariaman Sebut Kasus Atlet Tentrem Pangestuti Belum Tuntas
Dibalut Tradisi Makan Bajamba, Malam Resepsi HUT ke-81 Sumbar Perkuat Kebersamaan dan Kolaborasi
KAI dan Polda Sumbar Perkuat Kolaborasi Hadapi Potensi Ancaman Terorisme di Moda Transportasi Kereta Api

Berita Terkait

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:55 WIB

KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:53 WIB

Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:50 WIB

Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar

Senin, 5 Oktober 2026 - 07:30 WIB

Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 15:13 WIB

HUT Pasaman Belasan SMA Sederajat Ikuti Lomba Pionering

Berita Terbaru

Artikel

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Selasa, 6 Okt 2026 - 20:33 WIB