Daerah

Kebakaran Lahan Sawit di Tanjung Mutiara Semakin Meluas

Dibaca : 298

Agam, Prokabar – Setelah berlangsung seminggu terjadi kebakaran lahan sawit di Rimbo Gadang Aia Maruok, Nagari Persiapan Durian Kapeh, Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam, api masih saja belum dapat terkendalikan. Kondisi cuaca panas disertai angin mempercepat menyebarnya kebakaran di daerah tersebut.

Awalnya, seluas 10 hektar lahan sawit milik seorang warga, terbakar yang hingga saat ini belum diketahui penyebabnya. Kebakaran terus bertambah milik beberapa orang milik warga lainnya, hingga mencapai 15 hektar. Banyak faktor sulitnya pemadaman.

Selain musim kemarau dengan cuaca panas disertai angin, lokasi lahan cukup jauh ke dalam perkebunan dan tidak bisa dimasuki kendaraan roda empat dan roda dua. Kondisi semakin dipersulit, lokasi berada di wilayah gambut.

“Akibatnya, petugas BPBD dan masyarakat kesulitan melakukan pemadaman dengan alat yang lengkap. Peralatan seperti alat bantu pemadaman harus ditenteng langsung petugas,” ungkap Kalapas BPBD Agam, melalui Kabid Kedaruratan dan Logistik, Syafrizal, Sabtu (13/2).

Akibat sulitnya pemadaman, menyebabkan meluasnya kebakaran itu. Lahan sawit terbakar bertambah satu hektar lagi, milik Efendi (45).

Ia melanjutkan, bapak Efendi beserta masyarakat awalnya telah melakukan upaya pemadaman api dengan menyiram lahan yang terbakar dengan perlengkapan seadanya. Namun api masih tidak dapat dipadamkan dan kemudian pemilik kebun melaporkan kejadian kepada pihak Polsek Tanjung Mutiara.

Pemilik satu hektar itu merupakan pensiunan TNI Purnawirawan Brigjen TNI Dasiri MUSNAL Datuak Rang Kayo Bungsu. Ia memiliki luas lahan 30 hektar. Sedangkan lahan yang terbakar mencapai 1 hektar, dengan total kerugian diperkirakan lebih kurang Enam Puluh Juta Rupiah.

“Kami telah berkoordinasi dengan pemerintah kecamatan, Polri, Pemadam Kebakaran dan pihak pemerintah kenagarian setempat. Melakukan assesment dan pendataan dan melakukan pemadaman api bersama tim gabungan di lapangan,” tuturnya.

Hingga pukul 19.00 WIB imbuhnya, pemadaman api terpaksa dihentikan mengingat kondisi sudah malam. Situasi terakhir sebagian titik api dapat dipadamkan dan pemadaman dilanjutkan Minggu (14/2). (rud)


Baca Juga :

Berani Komen Itu Baik
To Top