Ke Mapattunggul Selatan, Pasaman, Mau Pula Bertukar Letak Jantung dan Hati

Penulis -

Minggu, 23 Februari 2020 - 21:47 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pasaman, Prokabar — Serine voorijder membelah hutan Kecamatan Mapatunggul Selatan, Minggu (23/2). Meraung-raung sampai ke anak telinga, bunyinya. Sesekali, serine voorijder ini mati. Disambut bunyi uwia-uwia yang saling sautan di pepohonan kebun karet yang luasnya sejauh mata memandang.

Di dalam mobil, Budhi Hermawan, menatap tajam jalanan yang dibelah voorijder bersama rombongan Gubernur Sumbar, Irwan Prayitno dan Pemkab Pasaman. Budhi tak banyak bicara, ia sibuk mengendalikan setir mobil mengikuti jalanan yang teramat buruk saat rombongan hendak menuju lokasi bencana galodo sepekan lalu, di Jorong Pintuai, Nagari Muaro Sungai Lolo, Kecamatan Mapattunggul.

“Ini sudah mendingan jalan ke Sungai Lolo. Kalau dulu, entahlah,” kata Budhi Hermawan, Kasi di Diskominfo Pasaman saat mendampingi Kadiskominfo Willian Hutabarat dan rombongan lainnya ke Nagari Muaro Sungai Lolo.

Di lain sisi, pantauan Prokabar.com, sepanjang perjalanan dari jalan lintas provinsi, jalan menuju Kecamatan Mapattunggul Selatan benar-benar mengerikan. Ada yang sudah beraspal, ada yang belum. Lebih banyak yang belum atau rusak. Mau pula bertukar letak jantung dengan hati saat melewati jalan ini. Kalau tidak mobil bergardan dua dan mobil berangka tinggi, jangan coba-coba melewati jalanan ini. Bakal tersangkut. Sebab, banyak lubang besar. Belum lagi sisi kiri dan terkadang di kanan, menganga jurang yang begitu dalam. Benar-benar parah.

Baca Juga :  KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan

Penuh perjuangan dan tantangan, rombongan Gubernur Sumbar dan Pemkab Pasaman akhirnya memutuskan mengakhiri perjalanan untuk merealisasikan bantuan hanya sampai di Kantor Camat Mapatunggul Selatan di Silayang. Ini diakibatkan, jalan dari Silayang ke lokasi bencana yang berjarak lebih kurang 12 kilometer ini, belum bisa dilalui roda empat pasca galodo.

“Info dari tim Basarnas Pasaman, TNI, Polri dan BPBD di lapangan, jalanan baru bisa dilalui roda dua. Makanya pendistribusian bantuan dipusatkan di kantor camat ini,” kata William.

Baca Juga :  Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar

Diakui William, dari lokasi kantor camat, ke Muaro Sungai Lolo, meski hanya sekitar 12 kilo, dalam keadaan normal sebelum bencana, butuh sekitar dua jam perjalanan baru bisa sampai jika dengan mobil. Ini teramat lama, lantaran jalannya yang sangat teramat buruk. Jika dikira-kira, dari Ibu Kota Pasaman di Lubuk Sikaping, untuk sampai ke Muaro Sungai Lolo, butuh perjalanan sekitar empat jam lebih.

Lebih lanjut, saat rombongan gubernur datang, suasana masyarakat yang menanti tidak begitu ceria. Di wajah-wajah warga masih tersirat rasa penat, takut bahkan ada yang pasarah pasca kampung mereka diterjang galodo. Apalagi sampai menimbulkan dua orang korban yang meninggal dunia akibat dihantam galodo pada Jumat (14/2) malam lalu.

Camat Mapattunggul Selatan, Firsya Edwis memaparkan, akibat bencana ini, selain mengakibatkan dua warga meninggal dunia, juga ada figa warga yang rawat jalan dan inap. Selain itu ada pula dua unit rumah rusak berat, lima rusak sedang dan sembilan rumah rusak ringan. Galodo juga merusak dua unit sarana air bersih, tiga unit irigasi, satu jalan nagari dan empat unit jembatan. Ada juga satu gilingan padi dan tiga unit PLTA mini yang ikut dirusak galodo. Bahkan sampai ke areal sawah dan kebun seluas delapan hektar ikut terkena dampaknya.

Baca Juga :  Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026

Menanggapi hal ini, Gubernur Sumbar Irwan Prayitno, didampingi anggota DPR RI Nevi Zuraina dan Bupati Yusuf Lubis beserta rombongan Pemrov Sumbar dan Pasaman menyampaikan keprihatinan yang mendalam atas musibah yang menimpa masyarakat Muaro Sungai Lolo.

Usai mengunjungi masyarakat di pusat kecamatan, Gubernur Irwan memberikan bantuan senilai Rp125 juta dari BPBD Provinsi, Rp100 juta dari Baznas Sumbar dan beberapa bantuan lainnya berbentuk sembako dan barang kebutuhan sehari-hari. (Ola)

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan
Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026
Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar
Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar
HUT Pasaman Belasan SMA Sederajat Ikuti Lomba Pionering
Keputusan Tim Keabsahan PORPROV Dipertanyakan, KONI Padang Pariaman Sebut Kasus Atlet Tentrem Pangestuti Belum Tuntas
Dibalut Tradisi Makan Bajamba, Malam Resepsi HUT ke-81 Sumbar Perkuat Kebersamaan dan Kolaborasi
KAI dan Polda Sumbar Perkuat Kolaborasi Hadapi Potensi Ancaman Terorisme di Moda Transportasi Kereta Api

Berita Terkait

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:55 WIB

KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:53 WIB

Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:50 WIB

Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar

Senin, 5 Oktober 2026 - 07:30 WIB

Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 15:13 WIB

HUT Pasaman Belasan SMA Sederajat Ikuti Lomba Pionering

Berita Terbaru

Artikel

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Selasa, 6 Okt 2026 - 20:33 WIB