Trending | News | Daerah | Covid-19

Daerah

Kasus Pencabulan Menonjol Di Agam, Peran Semua Pihak Diharapkan

Dibaca : 475

Lubuk Basung, Prokabar — Kapolres Agam, AKBP. Ferry Suwandi melakukan ekspos rekap hasil pengungkapan dan penanganan seluruh kasus Di Mako Polres, Senin siang (31/12). Dari 11 kategori, 3 kasus paling menonjol termasuk kasus pemerkosaan atau pencabulan. Dibanding tahun 2017, terjadi peningkatan 11 kasus. 

“Peningkatan seluruh kasus selain tingkat kesadaran masyarakat melakukan pengaduan, hal tersebut menjadi bukti intensitas kinerja Jajaran Polres Agam serius melakukan penanganan hingga tuntas,” ungkap Kapolres.

Ia menjelaskan Polres Kabupaten Agam sudah berusaha menjalin kerjasama serta koordinasi semua pihak dalam penanganan keamanan dan ketertipan masyarakat. Termasuk Ninik Mamak, Alim Ulama, Bundo Kanduang serta kelompok masyarakat lainnya.

“Upaya kita sudah cukup banyak, sampai dengan penanganan dan pengungkapan, konseling hingga koordinasi dengan Komisi Perlindungan Anak hingga dari Instansi terkait di Pemerintah Kabupaten Agam,” terang AKBP. Ferry Suwandi.

11 kasus tersebut yakni Curat, Curas, Curanmor, Pembunuhan, Anirat, Pemerkosaan atau Pencabulan, pengrusakan, penipuan, pembakaran, narkoba dan judi. Untuk Curat atau pencurian disertai pemberatan dibanding 2017, terjadi peningkatan sebanyak 20 kasus ketimbang 2017 lalu. Curanmor atau pencurian sepeda motor dari 34 kasus di 2017, meningkat menjadi 66 kasus. Narkoba dari 27 kasus di 2017 menjadi 29 kasus di 2018.

Sedangkan kasus pemerkosaan atau pencabulan dari 11 kasus pada 2017, meningkat menjadi 27 kasus. Pengrusakan dari 4 kasus di 2017 meningkan menjadi 8 kasus di 2018.

Upaya-upaya pencegahan lanjutnya, hingga penegakan hukum dibutuhkan tidak hanya dari Kepolisian. Peranan semua pihak dari masyarakat seperti Ninik Mamak, Alim Ulama, Bundo Kanduang, Orang Tua beserta lainnya sangat dibutuhkan. “Ini memang kritisnya masyarakat memberikan aduan atau laporan sehingga petugas cepat melakukan proses hukum,” tegasnya.

Sinergisitas pemerintah daerah bersama Komisi Perlindungan Anak bersama Kepolisian khususnya Polres Agam, kita harapkan di 2019 lebih baik lagi. Bersama-sama lebih peka dan menjalin komunikasi bersama masyarakat, sehingga pencegahan tanda-tanda kekerasan pada perempuan dan Anak cepat ditanggapi. Bahkan cepat terhindar dari prilaku kekerasan fisik maupun non fisik.

“Dengan semua pihak peka dan cepat mengetahui tanda-tanda kekerasan terhadap perempuan dan anak, dimungkinkan kasus penindakan hukum itu dapat berkurang. Apalagi tindak kasus pemerkosaan dan pencabulan terjadi anak-anak, yang pada umumnya pelaku orang terdekat,” terangnya.

Sementara itu, Ketua PWI Agam, Lukman selaku mitra kerja Polres Agam membenarkan dan mengapresiasi kinerja Polres Agam. Upaya penindakan dan pencegahan telah dilakukan dengan maksimal oleh Kapolres beserta jajaran. 

Peran serta kita sebagai warga negara Indonesia, harus kita tunjukan. Dalam hal ini sebagai Ninik Mamak, Orang Tua, Organisasi berkompeten dan diakui legalitasnya di negara ini harus tanggap dan ikut serta mengawasi anak kemenakan.

“Sebetunya Polisi itu tanpa dukungan masyarakat ia tidak akan sukses dalam menjalankan tugasnya. Sepertinya keterbukaan pemberian kesaksian. Ada kejadian kalau tidak ada saksinya, menurut hukum, pembuktian keadilan dan kebenaran sulit didapatkan. Sehingga peranan masyarakat memberikan kesaksian, merupakan salah satu peran yang harus dilakukan,” terang Lukman.

Semua kompomen masyarakat bila bersatu dan jujur dalam menjalankan tugasnya, dipastikan segala persoalan akan cepat teratasi. “Dengan demikian percepatan pembangunan dan pendidikan generasi selanjutnya, dapat berjalan dengan baik,” pungkasnya. (rud)


Baca Juga :

Berani Komen Itu Baik
To Top