Limapuluh Kota, Prokabar – Wali Nagari Limbanang, Suliki, Limapuluh Kota, Yori Noviola (45) melaporkan balik stafnya PI (26) tahun karena merasa telah dirugikan dan pencemaran nama baik.
Yori sendiri sebelumnya telah dilaporkan PI ke Polres Limapuluh Kota atas kasus dugaan tindakan cabul.
Didampingi penasehat hukumnya, Setia Budi, dari Kantor Advokat Setia Budi, Yori mencoba menjelaskan bahwa kejadian bermula, Jumat (11/11) lalu.
“Pukul 09.00 WIB ia datang ke kantor dam meminta PI untuk memasangkan pin, hal itu disaksikan staf kantor Wali Nagari. Dan tidak ada terjadi dugaan pelecehan seperti yang dituduhkan,” terangnya pada awak media, Selasa (22/11).
Lebih lanjut ia mengatakan, pada hari Senin (14/11) sekira pukul 17.00 WIB dirinya didatangi oleh Sekretaris Nagari yang bertanya terkait dugaan pelecehan yang dilakukan pada PI seperti pemberitaan yang berkembang di media.
“Untuk itu, saya melalui penasehat hukum telah membuat pengaduan ke Mapolres 50 Kota terkait perbuatan tidak menyenangkan oleh PI, sebab akibat tindakan yang dilakukannya telah mencemarkan nama baik dan jatuhkan, rugikan diri saya sebagai Walinagari,” sambungnya.
Sementara itu penasehat hukum pelapor, Setia Budi, berharap kepolisian bisa menindaklanjuti laporan kliennya tersebut.
“Kita minta pihak kepolisian untuk menindaklanjuti kegaduhan yang ditimbulkan, karena ada indikasi pembunuhan karekter terhadap klien kami oleh oknum yang tidak bertangung jawab.” ungkapnya.
Ia juga memperingatkan kepada pihak-pihak lain yang turut menyebarkan informasi (tuduhan) tersebut akan dilaporkan dengan Undang-undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).
Sebelumnya diberitakan, PI (26) salah seorang staf Kantor Wali Nagari Limbanang, mendatangi Mapolres Limapuluh Kota pada Minggu (20/11) bersama pihak keluarga untuk melaporkan YN.
Kepada petugas Sentral Pelayanan Kepolisian Terpadu Mapolres Limapuluh Kota, PI mengaku dirinya masih trauma pasca peristiwa buruk dialaminya yang dilakukan oleh YN.
“Kejadian di kantor, di ruangan pak wali,” ujar PI kepada wartawan beberapa saat lalu.
Ia menjelaskan, saat kejadian tersebut dirinya dipanggil oleh YN ke ruangannya untuk dimintai tolong memang pin.
“Saya dipanggil Pak Wali ke ruangannya untuk memasangkan pin, tanpa rasa curiga saya ke ruangan dan memasangkan pin di sebelah dada kirinya,” terangnya m
Saat itu, ia hanya berdua di dalam ruangan, sedangkan di luar ada staf kantor lain.
“Saat itu YN malah memegang pundak saya dan hendak mencium saya,” sambungnya.
Sontak dirinya terkejut dan langsung bergegas ke luar ruangan. (*/PK)
















