Daerah

Kasus Duel Maut Kepala Jorong Mungka dengan Pencuri, Ini Kata PN Tanjung Pati

Reka ulang kasus pencurian berujung maut di Mungka, beberapa waktu lalu. Kepala Jorong yang jadi korban dalam perkara pecurian, jadi tersangka.

Limapuluh Kota, Prokabar — Masih ingat dengan kasus duel maut Kepala Jorong Koto Tuo, Mungka, Limapuluh Kota, Darmizel (54) April lalu? Ternyata setelah 6 bulan berlalu, berkas perkaranya belum putus.

Pengadilan Negeri Tanjuang Pati menyebut, jaksa penuntut umum dari Cabjari Suliki, Limapuluh Kota sebagai perpanjangan Kejaksaan Negeri Payakumbuh, dalam waktu dekat akan dijadwalkan membacakan tuntutan dalam perkara yang menewaskan Murmasri alias Basri (54) tersebut.

“Catatan kami, sidangnya sudah 6 sampai 7 kali. Minggu depan, atau sidang berikutnya, itu agendanya pembacaan tuntutan,” kata juru bicara Pengadilan Negeri Tanjuang Pati, Muhammad Iqbal Hutabarat, dihubungi Prokabar Minggu (14/10).

Hakim yang dikenal berintegritas dan “killer” atas kasus kasus menonjol itu menyebut, dari sidang sebelumnya diketahui, Kepala Jorong non aktif Darmizel meyakini, tidak punya niat sebelumnya untuk langsung menghabisi nyawa pelaku pencurian.

Buktinya, saat itu, gigi palsu terdakwa, sempat copot karena duel dengan pencuri. Sebahagin badannya juga gores dan memar. “Terdakwa benar membawa pisau dapur, begitu memergoki pencuri masuk ke gudangnya dan mencuri 10 papan telur,” jelas Iqbal Hutabarat.

Mengetahui telurnya dicuri orang, terdakwa mengaku, dia meyakini pencurinya bukan sendirian. Akhirnya, dia kejar pelaku dan terjadi duet. “Setelah duet, dengan alasan membela diri, terdakwa akhirnya mengeluarkan pisau yang tadi dia bawa dan kemudian, pelaku atau korban, ditikam 5 lobang,” tutur Iqbal Hutabarat.

Lantas, masih fakta persidangan, terdakwa meninggalkan korban dalam keadaan hidup dan paginya, usai kejadian petugas Kepolisian dan warga datang ke TKP. “Kasus ini, diusut Polsek Guguak dan Polres 50 Kota. Berkasnya, kemudian diserahkan Cabjari Suliki,” demikian Iqbal.

Sementara itu, jaksa di Cabjari Suliki Linda menyebut, jadwalnya pembacaan tuntuta akan dilakukan Senin besok. “Tapi sepertinya ditunda dan nanti kita info ke teman teman media,” kata Linda, dihubungi Prokabar, Minggu. (vbm)

Baca Juga :

Berani Komen Itu Baik

To Top