Pasaman, Prokabar — Hari demi hari, pelayanan serta kinerja Pukesmas Cubadak, Kecamatan Duo Koto terus merosot. Banyak permasalahan internal yang terjadi di sana. Sampai-sampai, belasan karyawan Pukesmas setempat mogok kerja, Sabtu (20/10).
Para karyawan yang mogok mengaku tidak tahan lagi dengan perilaku Kepala Pukesmas dokter Tarigan. Jangankan inovasi untuk meningkatkan pelayanan masyarakat, permasalahan internal saja, sampai berlarut-larut, tak kunjung ada tindakan yang diambil oleh Tarigan.
Tidak amanah, tidak bertanggung jawab sampai-sampai tidak bisa lagi memimpin Pukesmas. Begitu benar yang dirasakan karyawan hingga memilih mogok.
“Kami tidak tahan lagi dengan sikap pak kepala, Tarigan. Uang jasa pelayanan selama empat bulan ini belum juga cair-cair. Seharusnya, sebagai kepala, permasalahan ini cepat diselesaikan,” kata salah satu karyawan, Rosneli.
Menurut Rosneli, para karyawan sudah berkali-kali meminta penyelesaian, kapan dana jasa pelayanan itu dibayarkan. Namun tak kunjung mendapat kejelasan.
“Sebenarnya permasalahan di Puskesmas Cubadak ini sudah banyak. Ini bukan hanya persoalan gaji atau jasa pelayanan yang belum dibayarkan,” tuturnya.
Permasalahan lainnya yakni, tidak tersedianya kartu anak, kartu ibu, dan alat suntik KB untuk pasien sejak Maret 2018.
Atas kejadian ini, Tarigan membenarkan karyawannya mogok kerja. Menurutnya, keterlambatan pencaiaran uang jasa atau semacamnya tersangkut pada belum cairnya anggaran dari pemerintah.
“Ini hanya masalah komunikasi. Uang itu masih ada, hanya saja belum cair. Perihal masalah tidak tersedianya beberapa fasilitas (kartu anak, ibu dan suntik KB), itu tidak benar,” kata Tarigan.
Ia memastikan, pasca mogok tadi, pihaknya bakal menggelar koordinasi bersama dengan pihak Dinas Kesehatan, Minggu (21/10). (Ola)
















