Karyawan Puskesmas Cubadak Pasaman Mogok Kerja, Ini Penyebabnya

Penulis -

Sabtu, 20 Oktober 2018 - 21:39 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pasaman, Prokabar — Hari demi hari, pelayanan serta kinerja Pukesmas Cubadak, Kecamatan Duo Koto terus merosot. Banyak permasalahan internal yang terjadi di sana. Sampai-sampai, belasan karyawan Pukesmas setempat mogok kerja, Sabtu (20/10).

Para karyawan yang mogok mengaku tidak tahan lagi dengan perilaku Kepala Pukesmas dokter Tarigan. Jangankan inovasi untuk meningkatkan pelayanan masyarakat, permasalahan internal saja, sampai berlarut-larut, tak kunjung ada tindakan yang diambil oleh Tarigan.

Baca Juga :  Rusak Alam Lewat Tambang Liar, Siap-Siap Terima Azab Allah! Alquran Sudah Peringatkan 15 Abad Lalu

Tidak amanah, tidak bertanggung jawab sampai-sampai tidak bisa lagi memimpin Pukesmas. Begitu benar yang dirasakan karyawan hingga memilih mogok.

“Kami tidak tahan lagi dengan sikap pak kepala, Tarigan. Uang jasa pelayanan selama empat bulan ini belum juga cair-cair. Seharusnya, sebagai kepala, permasalahan ini cepat diselesaikan,” kata salah satu karyawan, Rosneli.

Menurut Rosneli, para karyawan sudah berkali-kali meminta penyelesaian, kapan dana jasa pelayanan itu dibayarkan. Namun tak kunjung mendapat kejelasan.

Baca Juga :  Laporan Keuangan 2025 Rapi dan Profesional Pasaman Raih WTP ke-13 Kali

“Sebenarnya permasalahan di Puskesmas Cubadak ini sudah banyak. Ini bukan hanya persoalan gaji atau jasa pelayanan yang belum dibayarkan,” tuturnya.

Permasalahan lainnya yakni, tidak tersedianya kartu anak, kartu ibu, dan alat suntik KB untuk pasien sejak Maret 2018.
Atas kejadian ini, Tarigan membenarkan karyawannya mogok kerja. Menurutnya, keterlambatan pencaiaran uang jasa atau semacamnya tersangkut pada belum cairnya anggaran dari pemerintah.

Baca Juga :  Buruan Pesan..! Sebanyak 13 Ribu Tempat Duduk KA Lokal Libur Panjang Idul Adha di Sumbar Masih Tersedia

“Ini hanya masalah komunikasi. Uang itu masih ada, hanya saja belum cair. Perihal masalah tidak tersedianya beberapa fasilitas (kartu anak, ibu dan suntik KB), itu tidak benar,” kata Tarigan.

Ia memastikan, pasca mogok tadi, pihaknya bakal menggelar koordinasi bersama dengan pihak Dinas Kesehatan, Minggu (21/10). (Ola)

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Rahmat Saleh: Laporan IKM terhadap Abu Janda Harus Diproses hingga Tuntas
Pemkot Padang Mantapkan Langkah Menuju Kota Gastronomi UNESCO Lewat Ubud Food Festival 2026
Tanah Kongsi Bersolek Jadi Pusat Kuliner Heritage
Buruan Pesan..! Sebanyak 13 Ribu Tempat Duduk KA Lokal Libur Panjang Idul Adha di Sumbar Masih Tersedia
Pemkab Dharmasraya Raih WTP Murni Atas LKDP Tahun 2025 Dari BPK-RI
Sapi Kurban Bantuan Presiden RI Diserahkan Wabup Dharmasraya Ke Masjid Nurul Huda Nagari Sungai Kambut
Rugi Ratusan Juta Korban Kebakaran Pasaman Dibantu Pemkab
Laporan Keuangan 2025 Rapi dan Profesional Pasaman Raih WTP ke-13 Kali

Berita Terkait

Minggu, 31 Mei 2026 - 09:00 WIB

Rahmat Saleh: Laporan IKM terhadap Abu Janda Harus Diproses hingga Tuntas

Sabtu, 30 Mei 2026 - 20:24 WIB

Pemkot Padang Mantapkan Langkah Menuju Kota Gastronomi UNESCO Lewat Ubud Food Festival 2026

Sabtu, 30 Mei 2026 - 19:56 WIB

Tanah Kongsi Bersolek Jadi Pusat Kuliner Heritage

Sabtu, 30 Mei 2026 - 16:43 WIB

Pemkab Dharmasraya Raih WTP Murni Atas LKDP Tahun 2025 Dari BPK-RI

Sabtu, 30 Mei 2026 - 16:41 WIB

Sapi Kurban Bantuan Presiden RI Diserahkan Wabup Dharmasraya Ke Masjid Nurul Huda Nagari Sungai Kambut

Berita Terbaru

Peninjauan ke kawasan Pasar Tanah Kongsi.

Daerah

Tanah Kongsi Bersolek Jadi Pusat Kuliner Heritage

Sabtu, 30 Mei 2026 - 19:56 WIB

Bola

Ini Starting Line Up PSP Melawan Mataram Utama

Sabtu, 30 Mei 2026 - 17:00 WIB