Trending | News | Daerah | Covid-19

Daerah

Karena Ini, Pemkab Pesisir Selatan Perketat Wilayah Perbatasan

Dibaca : 217

Pesisir Selatan, Prokabar – Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel) bersama Pemerintah Provinsi Sumatera Barat memperketat pengawasan di daerah batas.

Kepala Bagian (Kabag) Humas, Rinaldi Dasar menyampaikan petugas bakal memeriksa setiap orang dan kenderaan yang melintas di wilayah tapal batas Pessel. Bahkan, telah menyiapkan lokasi karantina. Tujuannya adanya untuk memutus rantai penyebaran covid-19.

“Seperti di Sekolah Dasar 04 Sako, Kecamatan Ranah Ampek Hulu Tapan dan SMK Negeri 1 Kecanatan Silaut,” ujarnya pada Prokabar.com, Selasa (31/3) di Painan.

Adapun wilayah perbatasan yang diperketat antara lain batas Pessel-Kerinci, Jambi di Kecamatan Ranah Ampek Hulu Tapan. Batas Pessel-Muko-Muko, Bengkulu di Kecamatan Silaut dan Pessel-Kota Padang, Sumbar.

Saat ini, pemerintah provinsi bersama tim Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Pesisir Selatan dan TNI/Polri telah menyiagakan petugas di tiap tapal batas.

Jumlah petugas yang disiapkan di tiap tapal batas adalah sebanyak 24 orang yang dibagi dalam tiga shift. Masing-masing shift, bekerja selama delapan jam.

“Petugas dilengkapi peralatan yang memadai seperti desinfektan dan juga thermo scaner untuk pengecekkan,” ujarnya lagi.

Ia menambahkan, jika ada suhu tubuh yang terindikasi di atas batas normal, petugas medis langsung memberikan penanganan dan rekomendasi untuk mendapatkan pengobatan lebih lanjut.

Selain memperketat wilayah perbatasan, Gugus Tugas Covid-19 juga telah menyurati seluruh camat, wali nagari (kepala desa) untuk memantau warganya yang baru datang dari zona merah, ungkapnya.

Kemudian, bekerjasama dengan TNI/Polri melakukan penyemprotan di setiap fasilitas umum seperti sekolah-sekolah, tempat ibadah, rumah sakit, taman kota dan pasar-pasar tradisional.

Seperti diberitakan sebelumnya, pada posisi 30 Maret 2020, jumlah warga berstatus notifikasi di Pessel tercatat sebanyak 1.139 orang. Orang Dalam Pemantauan (ODP), 103 orang.

Sedangkan Pasien Dalam Pengawasan (PDP) sebanyak 3 orang. Saat ini, 2 diantaranta telah dirawat intensif di Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) M. Djamil Padang.

Sementara yang 1 orang lainnya kini masih dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) M. Zein Painan dan positif telah terkonfirmasi sebanyak 2 orang.

“Dari 2 yang potitif itu, kini 1 diantaranya telah menunjukkan kondisi membaik. 1 orang lainnya baru saja dirujuk pada 29 Maret 2020. Mudah-mudahan segera membaik,” tutupnya,(min)


Baca Juga :

Berani Komen Itu Baik
To Top