Karena Covid-19, Harga Gabah Anjlok, Petani di Sutera ‘Tapakiak’

Penulis -

Jumat, 1 Mei 2020 - 19:58 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pesisir Selatan, Prokabar — Di tengah ancaman Covid-19 para petani padi di Kecamatan Sutera, Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel), Sumbar, telah masuk masa panen. Kendati demikian, para petani tersebut ‘tapakiak’ atau menjerit, karena harga gabah anjlok.

Mereka mengeluhkan soal turunnya harga gabah pada April. Saat ini, harga gabah kering pungut (GKP) mencapai Rp4.800 per kilogram. Meraka akhirnya terpaksa menjual hasil panen karena kebutuhan harian dan biaya anak sekolah.

Padahal, sebelumnya, harganya mencapai GKP Rp5.300 per kilogram. Penurunan harga gabah itu, salah satunya disebabkan oleh persoalan Covid-19.

Ketua Gapoktan Batang Timbul, Kecamatan Sutera, Buskamil mengatakan, saat ini harga gabah mengalami penurunan dibanding bulan lalu. Penurunan itu, akibat ancaman Covid-19 dan akibat permainan tangkulak harga gabah menjadi anjlok.

Baca Juga :  Kontrak Baru Adhi Karya Capai Rp8,9 Triliun, Moeharmein Sebut Kebutuhan Infrastruktur Nasional Terus Tumbuh

“Gabah basah, saat ini hanya Rp4.800 per kilogram. Sedangkan, gabah yang kering Rp5.300 per kilogram, “ujar Buskamil pada Prokabar.com Jumat (1/5).

Luas sawah yang ada di Nagari Taratak sekitar 1.500 hektare. Tetapi, areal sawah yang telah panen baru mencapai dua hektare. Namun, karena serangan Covid-19 tentu mengancam harga gabah menjadi anjlok.

Selain itu, mayoritas petani di wilayah ini lebih suka menjual gabah langsung usai panen. Alasannya, karena mudah dan simpel. Hal itu mengingat jika gabah itu harus dibawa ke rumah, biar tidak cepat membusuk maka harus dikeringkan.

“Biasanya petani menjual langsung gabahnya. Berbeda, ketika musim kemarau, ada sebagian gabah yang dibawa pulang, lalu dijemur dan dijual dalam kondisi kering. Makanya, harganya mahal, tapi sekarang tidak, petani kesulitan karena harga gabah anjlok, “ujarnya.

Baca Juga :  Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026

Meskipun anjlok, Seyogiyanya disini lah hadirnya pemerintah untuk mengurangi persoalan harga supaya petani usia panen kembali bergairah untuk kembali bertanam.

“Ya, mestinya peremerintah hadir untuk mengurai persoalan harga gabah yang anjlok disebabkan oleh Covid-19, “ujarnya lagi.

Sementara kata, Buskamil, pemerintah pusat melalui Kementerian Pertanian memperkirakan panen raya akan berlangsung April dengan. Karena itu pemerintah akan mengantisipasi jangan sampai harga gabah di tingkat petani jatuh di bawah harga pembelian pemerintah (HPP).

“Hendaknya pemerintah daerah sesuai arahan Menteri Pertanian supaya mengantipasi dan melakukan stabilisasi harga jangan sampai harga gabah di bawah HPP, “ungkapnya.

“Meskipun karena Covid-19, hendaknya pemerintah melakukan intervensi dan upaya untuk stabilisasi harga saat panen padi ini,” harapnya.

Baca Juga :  KAI Divre II Sumbar Terus Perkuat Keselamatan Perlintasan Sebidang Kereta Api

Lanjut, Buskamil menjelaskan, Pemerintah melalui Kementerian Perdagangan sudah mengeluarkan Permendag No. 24 Tahun 2020 tentang tentang Penetapan Harga Pembelian Pemerintah untuk Gabah atau Beras. Permendag tersebut dikeluarkan pada 16 Maret dan berlaku mulai 19 Maret 2020.

Dalam Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) Nomor 24 Tahun 2020 sebagai kementerian teknis yang mengatur harga pangan. Berdasarkan aturan itu, HPP Gabah Kering Panen (HPP GKP) di tingkat petani naik menjadi Rp 4.200/kg dan di penggilingan menjadi Rp 4.250/kg.

Sementara, HPP GKG (gabah kering giling) juga naik menjadi Rp 5.250/kg di tingkat penggilingan dan Rp 5.300/kg di gudang Perum Bulog. Harga beras di gudang Bulog juga naik menjadi Rp 8.300/kg. (min)

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 
Kontrak Baru Adhi Karya Capai Rp8,9 Triliun, Moeharmein Sebut Kebutuhan Infrastruktur Nasional Terus Tumbuh
KAI Divre II Sumbar Terus Perkuat Keselamatan Perlintasan Sebidang Kereta Api
KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan
Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026
Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar
Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar
HUT Pasaman Belasan SMA Sederajat Ikuti Lomba Pionering

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 12:01 WIB

Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 

Rabu, 7 Oktober 2026 - 10:56 WIB

Kontrak Baru Adhi Karya Capai Rp8,9 Triliun, Moeharmein Sebut Kebutuhan Infrastruktur Nasional Terus Tumbuh

Rabu, 7 Oktober 2026 - 09:21 WIB

KAI Divre II Sumbar Terus Perkuat Keselamatan Perlintasan Sebidang Kereta Api

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:53 WIB

Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:50 WIB

Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar

Berita Terbaru

Daerah

Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 

Rabu, 7 Okt 2026 - 12:01 WIB

Artikel

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Selasa, 6 Okt 2026 - 20:33 WIB