Painan, Prokabar – Kepolisian Resor Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat mengajak generasi muda sebagai kelompok intelektual untuk bersama-sama memerangi ancaman serta bahaya radikalisme di tengah-tengah masyarakat.
Kapolres Pessel AKBP Cepi Noval menyampaikan, saat ini terdapat beberapa cara dalam penyebaran paham radikalisme di Tanah Air, diantaranya seperti pengafiran orang lain.
“Ini harus jadi perhatian kita bersama, para anak muda karena sasarannya paling banyak generasi muda,” ungkapnya saat seminar Penanggulangan Radikalisme dan Terorisme bertema ‘Peran Dunia Pendidikan Memutuskan mata rantai radikalisme dan terorisme’ di Painan.
Selain Kapolres, juga hadir sebagai pembicara, Ketua Forum Koordinasi Penanggulangan Terorisme Sumbar, Za im Rais, MA. Kasat Bimas AKP. Gusfrianto, Kapolsek IV Jurai AKP. Raplen, Kasat Intel Polres Pessel AKP. Zukri Ilham dan ratusan mahasiswa Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) MA Bayang.
Menurutnya, untuk mencegah hal tersebut pihaknya tengah aktif melakulan upaya pencegahan (preventif), bagi mereka yang belum terlibat dalam menangkal ancaman radikalisme.
Selain itu, juga melakukan upaya kuratif dengan memberikan pemahaman tentang bahaya dan dampak radikalisme. Memberikan pemahaman tentang ajaran agama yang benar.
“Itu tentu bagi mereka yang kami nilai telah terlibat dan terpengaruh paham radikalisme,” ujar mantan Kapolres Padangpanjang ini.
Ia mengimbau, para generasi muda sebagai kelompok intelektual harus memiliki semangat nasionalisme, berfikir terbuka dan toleran untuk terhindarkan dari paham radikalisme. “Kita harus tetap dan menjalankan aktifitas keagamaan serta bertoleransi,” tutupnya.(*)
















