Daerah

Kapolres Agam Sambangi Sungai Batang, Ada Apa?

Agam, Prokabar – Mendapat kunjungan dari pemuda penggerak nilai-nilai reliqius dan kepahlawanan Buya Hamka beberapa waktu lalu, membuat Kapolres Agam, AKBP Ferry Suwandi tergugah dan simpatik. Komunitas Pemuda Generasi Hamka (KPGH) Tanjung Raya tersebut mendapat apresiasi dari orang nomor satu di Jajaran Polisi Resor Agam tersebut.

Bentuk apresiasi tersebut ditindaklanjuti dengan mengikuti langsung aktivitas Pemuda tersebut. Ikut serta bergotong royong, membersihkan Jenjang Asmaul Husnah, di Tapian Muaro Pauah, Jorong Batung Panjang, Nagari Sungai Batang, Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam, Minggu (7/4).

Menurutnya, aktivitas pemuda tersebut harus menjadi perhatian semua pihak. “Kita memiliki tanggung jawab moral mendukung dan membina, sehingga pemuda ini dapat membangkitkan semangat kebersamaan. Apalagi membangkitkan nilai-nilai Islam seperti keteladanan Buya Hamka,” ujarnya.

Kapolres juga mengatakan sudah 3 kali berkeliling bersepeda sambil berolahraga, dan baru sekali ini berkesempatan bersilahturahmi dengan masyarakat Sungai Batang. Bahkan pertama kali masuk ke Kutubchanah dengan ratusan bahkan ribuan Manuscrip atau karya dari Buya Hamka dan Haka.

“Cagar Budaya ini potensi besar untuk Study Sejarah Intelektual Ulama Minangkabau. Dan menjadi kunjungan wisatawan mendapat ilmu pengetahuan dan Sejarah Ulama asal Sungai Batang ini,” ungkapnya.

Usai melaksanakan gotongroyong, langsung menggelar tatap muka. Kapolres Agam dan jajaran berkesempatan memberi arahan, pembinaan sekaligus bimbingan agar visi dan misi yang akan dicapai komunitas tersebut berjalan sesuai harapan.

“Kunci dari kesuksesan organisasi adalah ketulusan, keikhlasan dan kekompakan. Selalu solid dan saling memahami satu sama lain,” tuturnya.

Ia juga mengatakan pengembangan potensi diri dan potensi wisata reliqius Sungai Batang tidak lepas dari semua pihak. “Jika memang ingin maju, maka mentalitas dan ilmu pengetahuan harus ditingkatkan. Apalagi kita akan menjamu pengunjung yang berasal dari berbagai mancanegara,” katanya.

Museum Rumah Kelahiran Buya Hamka sudah sangat terkenal sebagai salah satu destinasi wisata di Nasional. Bahkan dari Malaysia, Brunai Darusalam dan Thailand rutin berkunjung dimusim liburnya.

Revolusi mental dari Pemuda-pemudi, Ninik Mamak, Bundo Kanduang, Walinagari dan Tokoh Masyarakat lainnya harus dilakukan. “Harus siap melayani wisatawan yang datang. Harus siap pula melengkapi infrastruktur atau sarana prasarana yang memadai,” terang Kapolres.

KBO Binmas Polres Agam, Iptu Akhiruddi mendampingi Kapolres menambahkan, sesuai Nama Komunitas Pemudanl Generasi Hamka jelas memiliki beban moral dan tanggungjawab berat dalam mengemban amanah. Sesuai visi dan misi membangkitkan marwah Buya Hamka, seluruh pemuda ini harus menunjukan pula karakter yang ada dalam diri Buya Hamka.

“Jadi, untuk melakukan perubahan dan pembenahan harus dimulai dari diri sendiri. Jangan sampai kita sebagai penggerak, malah tidak mencerminkan nilai-nilai Islami seperti Buya Hamka. Bermain koa atau domino di setiap kedai Jangan ada lagi,” tegasnya.

Ia melanjutkan sama hal dengan Ibu-ibu dan anak gadis. Sebagai Wanita Minang yang idealnya sesuai Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah, jangan ada lagi perempuan tidak menggunakan jilbab. Apalagi berpakaian seksi, memperlihatkan auratnya.

Wanita Minang adalah Cerminan Bundo Kanduang. Garis keturunan Masyarakat Minang dari Ibu. Bahkan sahabat terdekat dan kasih sayang terbaik dalam keluarga adalah Ibu. Oleh sebab itu, sosok seorang Ibu dalam ruang tangga itu benar-benar elok, seperti idealnya Wanita Minang dalam Adat dan Agama Islam.

“Pendidikan utama dan pertama itu di rumah tangga. Peran Ayah dan Ibu sebagai pendidik adalah kunci utama anak-anaknya berkarakter. Oleh sebab itu, seluruh Laki-laki dan perempuan minang, wajib berbenah dan berkarakter Islami dan berbudaya elok,” pungkasnya. (rud)

Berani Komen Itu Baik
Loading...
To Top