Trending | News | Daerah | Covid-19

Daerah

Kapolres Agam Pimpin Pengendalian Hama Kera Di Anak Aia Dadok

Dibaca : 165

Agam, Prokabar — Tanaman Kelapa masyarakat Dusun Ampek Sungai Balingkuang, Jorong Anak Aia Dadok, Nagari Manggopoh, Kecamatan Lubuk Basung, Kabupaten Agam, mengeluh akibat diserang hama kera. Agar dapat dilakukan pengendalian hama tersebut meminta bantuan Perbakin Agam dan Polres Agam.

“Kita memang mendapat informasi adanya masyarakat meminta untuk mengendalikan hama kera di perkebunan kelapa Jorong Anak Aia Dadok, Nagari Manggopoh. Melalui rekomendasi BKSDA Resor Agam, kami pun bersama anggota persatuan Perbakin Agam untuk melakukan pengendalian,” ungkap Kapolres Agam, AKBP Dwi Nur Setiawan sekaligus Ketua Umum Perbakin Agam, kepada Prokabar.com, saat memimpin pengendalian hama kera Sabtu (14/12) tersebut.

Dalam hal tersebut, Kapolres kembali menegaskan kepada seluruh jajaran Perbakin dan masyarakat yang mengikuti kegiatan untuk taat aturan dalam pengendalian hewan meski hama. Meski hewan itu mengganggu, tetap tidak boleh dilakukan pembasmian ataupun pemberantasan.

“Setiap kegiatan pemburuan, harus tetap terkendali dan memahami kaidah-kaidah atau norma-norma berlaku,” tuturnya.

Sementara itu, Ketua Harian Perbakin Agam, Iptu Akhiruddin menambahkan pengendalian hama jelas sangat membantu masyarakat. Akan tetapi ada aturan yang mengikat dalam hal tersebut.

“Dalam pengendalian hama menggunakan senjata api, khusus olahraga menembak Perbakin memiliki aturan. Yakni Peraturan Kapolri atau Perkap nomor 08 tahun 2012 tentang pengawasan senjata olahraga,” terang Iptu Akhiruddin.

Ada tiga syarat senjata api olahraga meski tidak senjata milik aparatur negara, tetap berbahaya. Dan tetap ada aturan yang mengikat. “Pertama, senjata boleh dibawa saat bertanding resmi, kedua senjata boleh dibawa saat latihan resmi. Dan ketiga, senjata boleh dibawa saat pengendalian hama secara resmi,” terangnya.

Umar (65), tokoh masyarakat setempat menjelaskan hama kera sejak lama mengganggu tanaman kelapa warga. Sekitar 20 hektar lahan dengan jumlah 1000 batang.

Sementara, jumlah penduduk sekitar 250 jiwa mayoritas petani dan perkebun kelapa. “Melalui bantuan Perbakin Agam melakukan pengendalian hama kera ini, sangat membantu kami di sini. Banyak buah kelapa dibabat kera, sehingga produksi untuk perekonomian sangat terganggu,” pungkasnya. (rud)


Baca Juga :

Berani Komen Itu Baik
To Top