Trending | News | Daerah | Covid-19

Daerah

Kapolres Agam: Kami Konsisten dan Serius Berantas Bahaya Laten Narkoba

Dibaca : 249

Lubuk Basung, Prokabar — Kapolres Agam, AKBP Dwi Nur Setiawan tegaskan konsisten dan serius dalam pemberantasan peredaran narkoba di wilayah hukum Polres Agam. Pernyataan sikap tersebut saat press release pengungkapan pengedar besar jaringan narkoba, di Aula Wibisono, Padang Baru, Senin (20/7).

Sejak awal bertugas dan awal tahun Januari hingga Juli 2020, telah berhasil menangkap 10 orang pelaku pengedar, termasuk TO (target operasi) Y-E (47) sebagai pengedar terbesar yang baru saja ditangkap di rumahnya Jorong Banda Gadang, Nagari Tiku Selatan, Kecamatan Tanjung Mutiara, Minggu (19/7).

“Kami mendengar keresahan masyarakat yang berada di kawasan Tiku Selatan tersebut. Bahkan sampai ada sebagai masyarakat pesimis dan prasangka kepada kami. Dan hari ini kami dibuktikan, bahwa kami sangat serius. Tidak akan memandang siapa saja pengedar, akan kami tangkap,” tegas Kapolres Agam, AKBP Dwi Nur Setiawan.

Kasus pengungkapan narkoba tidaklah sembarangan tangkap. Tanpa didasari bukti kuat disertai barang bukti yang langsung dimiliki pelaku, maka itu akan mengalami kegagalan. Malah bisa-bisa mendapat praperadilan jadinya. Jadi, jauh sangat berbeda dengan penangkapan pelaku kriminal lainnya.

“Selama saya menjadi Kapolres Agam ini, ada dua fokus penanganan serius yang harus diprioritaskan. Pertama narkoba, kedua kekerasan terhadap anak dan perempuan. Karena persoalan ini sangat marak terjadi di wilayah Hukum Polres Agam,” tuturnya.

Seperti yang dialami Y-E (47), selaku ibu rumah tangga sangat nekat menjadi bandar narkoba. Padahal memiliki seorang suami dengan jumlah anak 10 orang. Dan pelaku masih beralasan terpaksa menjual barang haram itu karena desakan ekonomi. “Kondisi ini sangat kita sayangkan. Padahal kan masih banyak pekerjaan lain yang halal dan jauh dari pelanggaran hukum,” jelasnya.

Jajaran Polres Agam akan terus konsisten melakukan pemberantasan dan pengungkapan pelaku penyalahgunaan narkotika. Dan sangat berharap peran aktif masyarakat dalam upaya pencegahan ini.

“Peran serta seluruh tokoh masyarakat sangat kami harapkan. Terutama Tetua Adat dan Alim Ulama. Aturan kearifan lokal lebih mengakar dan mendukung pemberantasan kejahatan dan bahaya laten narkoba sesungguhnya. Jika aturan adat ini ditingkatkan dalam kehidupan bernagari,” pungkasnya. (rud).


Baca Juga :

Berani Komen Itu Baik
To Top