Kapal Wisata Pulau Angso Duo Tenggelam, Satu Penumpang Tewas

Penulis -

Sabtu, 26 Oktober 2019 - 21:01 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pariaman, Prokabar — Satu unit Kapal pengangkut wisatawan ke Pulau Angso duo tenggelam dihantam ombak, Sabtu (26/10). Berdasarkan informasi yang dihimpun Prokabar, akibat insiden ini satu orang penumpang dilaporkan meninggal dunia dan dua lagi kritis, dan harus mendapat perawatan di RSUD Pariaman.

Sementara itu belasan penumpang kapal lainnya berhasil selamat, setelah kapal bantuan datang.

Petugas Kantor Syahbandar dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kota Pariaman, Rudi Yunus mengatakan, kejadian tersebut diperkirakan pukul 16.00 WIB saat kapal tengah menuju Pulau Angso Dua.

“Kapal tenggelamnya saat sudah dekat ke pulau Angso Duo. Kemudian  saat ini kapal sudah kami evakuasi ke pantai,” katanya.

Lebih lanjut, informasi yang di himpun jumlah penumpang kapal 24 orang dengan dua orang ABK, dimana sebagian besar merupakan rombongan Guru SMPN 1 Palupuh, Kabupaten Agam.

Adapun yang meninggal dunia Masyirida, 39, Guru SMPN 1 Palupuh, Kabupaten Agam dan temannya, Ina Kartika,50 masih dalam perawatan dan Kalvin 32, yang merupakan ABK kapal.

Dahdir, 52 salah seorang penumpang mengatakan menjelaskan rombongannya berangkat dari anjungan dekat kantor BPBD sekira pukul 16.00 WIB. Dari mulai berangkat menuju Pulau Angso Duo, gelombang sudah mulai besar, sehingga air masuk ke dalam kapal. ABK berusaha menimba air untuk di keluarkan.

Namun, seiring dengan lajunya kapal, air tetap masuk, kapal tetap jalan. Lama kelamaan kapal tersebut mulai membenam. Melihat kondisi kapal dalam keadaan gawat, ABK minta pertologan ke kapal lainnya. Tidak lama, datang bantuan kapal.

Ketika penumpang mau pindah ke kapal yang membantu semuanya pada berebutan. Disaat berebut itulah kapal yang ditumpangi langsung tenggelam.

”Saya sudah mengingatkan semua penumpang harus tenang, jangan berebut naik ke kapal bantuan. Mungkin, diantaranya ada yang merasa cemas, himbauan saya ini kurang digubris” ujarnya dikutip Prokabar dari Topsatu.

Selanjutnya, karena dari semua penumpang yang pindah ke kapal bantuan banyak yang tidak sanggup untuk duduk, karena kelelahan bercampur cemas.

“Karena dari semua penumpang, saya lah yang masih mampu bertahan berdiri dan memberi pertolongan kepada rombongan pindah ke kapal bantuan”, tuturnya. (*/hdp)

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Rektor UIN Bukittinggi Prof. Silfia Hanani : ucapan selamat dan apresiasi setinggi-tingginya kepada Menag RI
Hujan Abu Vulkanik Gunung Merapi Guyur Bukittinggi dan Agam pada Malam Hari
Pemko Padang Wajibkan Warga Pilah Sampah Rumah Tangga Mulai 2027
Sungai Tumayo Kembali Meluap, Ratusan Rumah Warga Terancam Banjir
Polda Sumbar Gelar Turnamen Mobile Legends, Jadi Ajang Atlet Esports Menuju Kapolri Cup
Merasa Dilecehkan Kadis, Staf Disparporabud Pasaman Lapor Polisi
Hasil 32 Besar Piala Dunia 2026; Kalah Adu Penalti dari Paraguay, Jerman Angkat Koper
Si Jago Merah Mengamuk Dua Unit Rumah Warga Lubuk Sikaping Tinggal Abu

Berita Terkait

Senin, 28 September 2026 - 14:35 WIB

Rektor UIN Bukittinggi Prof. Silfia Hanani : ucapan selamat dan apresiasi setinggi-tingginya kepada Menag RI

Senin, 28 September 2026 - 09:52 WIB

Hujan Abu Vulkanik Gunung Merapi Guyur Bukittinggi dan Agam pada Malam Hari

Selasa, 21 Juli 2026 - 21:51 WIB

Pemko Padang Wajibkan Warga Pilah Sampah Rumah Tangga Mulai 2027

Sabtu, 18 Juli 2026 - 19:14 WIB

Sungai Tumayo Kembali Meluap, Ratusan Rumah Warga Terancam Banjir

Selasa, 14 Juli 2026 - 15:48 WIB

Polda Sumbar Gelar Turnamen Mobile Legends, Jadi Ajang Atlet Esports Menuju Kapolri Cup

Berita Terbaru

Daerah

Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 

Rabu, 7 Okt 2026 - 12:01 WIB

Artikel

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Selasa, 6 Okt 2026 - 20:33 WIB