Trending | News | Daerah | Covid-19

Bola

Kandang Parma Tak Pernah Ramah untuk Juventus

Dibaca : 242

Italia, Prokabar — Giornata ketiga Serie A mengharuskan Juventus bertandang ke markas Parma, Stadion Ennio Tardini, Minggu (2/9) dinihari WIB. Walau menghadapi tim promosi, Massimiliano Allegri tidak ingin menganggap remeh tuan rumah.

Performa kedua tim musim ini memang bagai bumi dan langit. Juventus datang dengan catatan dua kemenangan di laga sebelumnya. Sementara Parma baru meraih satu angka dari dua pertandingan.

Kendati demikian, Allegri tetap mengharapkan permainan sempurna dari timnya. Apalagi Stadion Ennio Tardini selama ini dikenal tidak ramah untuk Juventus.

“Sejarah mengatakan Tardini selalu membuat Juventus kesulitan. Tidak pernah mudah bermain di sini, apalagi mereka sedang bangkit. Siklus kecil pertama akan segera berakhir, tapi saya ingin memiliki laga yang memuaskan sebelum jeda internasional, saya ingin tiga poin,” kata Allegri kepada Sky Sport Italia, Sabtu (1/9/2018).

Mantan pelatih AC Milan tersebut juga masih ragu pada kondisi beberapa pemainnya. Salah satunya adalah sang winger, Juan Cuadrado, serta bek kanan, Joao Cancelo. Sementara gelandang anyar, Emre Can, diyakini sudah bisa diturunkan sejak menit awal.

“Pemain bertahan sudah terkonfirmasi. Tapi saya punya keraguan pada kondisi Cancelo dan Cuadrado. Sedangkan Emre Can sudah fit dan saya akan memilih salah satu di antara dirinya dengan Sami Khedira,” ia menambahkan.

“Di lini depan tidak ada perubahan. Cristiano Ronaldo dan Mario Mandzukic tetap menjadi pilihan utama saya,” tutupnya.

Sementara itu pelatih Parma, Roberto D’Aversa, menegaskan tak ada yang mustahil bagi timnya. Termasuk mengalahkan Juventus di Ennio Tardini.

Dua laga perdana Parma di Serie A 2018/19 diakhiri dengan satu hasil imbang dan satu kekalahan. Melawan Udinese, mereka sempat unggul 2-0 sebelum akhirnya kedudukan berhasil disamakan menjadi 2-2. Melawan SPAL, kekalahan 0-1 menjadi pelajaran yang harus dienyam baik-baik oleh keseluruhan tim.

“Juventus memiliki penguasaan bola yang begitu kuat dan mereka ditopang oleh mentalitas pelatihnya yang luar biasa. Kami harus bekerja sebaik mungkin sehingga bisa menjadi tim yang kompak dan mampu memanfaatkan peluang sekecil apa pun,” jelas Aversa, dilansir Football Italia.

“Jelas ini akan menjadi laga yang begitu sulit, tapi tidak ada yang mustahil. Kami akan mencoba untuk bertanding dengan sesempurna mungkin sambil berharap Juventus sedang tidak ada dalam kondisi yang baik.”

Di atas kertas, Juventus memang unggul atas Parma. Menilik skuat Parma saat ini, hanya Bruno Alves, Luigi Sepe, Massimo Gobbi, Gervinho, dan Inglese yang bisa disebut sebagai pemain berpengalaman di kompetisi sepak bola level tertinggi. Tapi, D’Aversa tak mau menyerah. Dalam konferensi pers jelang laganya, ia bahkan mengaku mencuri ilmu dari Massimiliano Allegri, sang pelatih Juventus.

“Saya pernah bertemu dengan Massimiliano Allegri saat saya datang ke sesi latihannya di Vivono. Faktanya, ia tidak merasa perlu untuk menyembunyikan metode kepelatihannya kepada siapa pun, termasuk saya. Ini adalah pertanda bahwa ia seorang pelatih hebat. Allegri memberikan pengaruh yang bisa membuat timnya tetap tenang. Faktor inilah yang membedakan Juventus dengan Napoli di perburuan scudetto musim lalu,” ucap mantan pemain Messina ini.

(*/hdp)


Baca Juga :

Berani Komen Itu Baik
To Top