Peristiwa

Kampung Cimateh, Pasca Banjir Bandang, Masjid Ini Tetap Berdiri Kokoh  

Pessel, Prokabar – Sedikitnya 122 rumah dan satu rumah ibadah dinyatakan rusak parah pasca banjir bandang menyapu dan menerjang Kampung Cimateh, Nagari Duku, Kecamatan IX Tarusan, Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel), belum lama ini.

Pantauan Prokabar di lapangan Jumat (2/11), banjir bandang yang membawa material lumpur, batu dan kayu besar itu tak merusak sebuah Masjid Nurul Yaqin yang berada di pinggir Sungai Batang Cumateh yang meluap.

Selanjutnya Masjid ini berdiri tepat di pinggir Sungai Batang Cumateh. Jaraknya hanya sekitar enam meter dari bibir sungai.

Masjid ini masih berdiri kokoh dan terlihat bersih. Sementara bangunan rumah warga ada yang kotor dan rusak diterangnya banjir bandang kemaren.

“Alhamdulillah dengan kuasa Allah Masjid ini masih berdiri kokoh. Yang lainnya seperti rumah warga ada yang rusak,” ucap Reno Satria Tokoh Pemuda Cumateh kepada Prokabar.com.

Tidak ada keanehan di dalam Masjid sebelum adanya banjir bandang. Warga tetap beribadah.” Ya warga tetap beribadah. Karena memang satu-satunya masjid di kampung ini,” ujarnya.

Fenomena ini membuat masyarakat menganggap terkejut. Banyak masyarakat melakukan berfoto dan beribadah yang berdiri kokoh itu, ungkapnya.

Plt Nagari Duku, Padril mengatakan, kepada masyarakat mesti ekstra hati-hati jika hujan turun, dan warga hendak mewaspadai bencana ini.

Salah satu pemicu banjir bandang ini, kata Padril, adanya penebangan hutan rakyat di hulu sungai lebih kurang 26 hektare, sehingga sungai tak mampu menahan debit air.

“Ya salah satu penyebabnya penebangan hutan rakyat, lebih baiknya warga menghentikan sejenak,” imbuhnya.

Dampak banjir bandang ini, banyak fasilitas umum yang rusak, seperti PAM Simas rusak berat, jembatan dan ruas jalan serta tanggul irigasi jebol, tutup Padril.(min)

Baca Juga :

Berani Komen Itu Baik
To Top