Padang Panjang, Prokabar — HUT Kemerdekaan Indonesia Ke 73 di 2018 ini menjadi momen yang sangat istimewa bagi civitas akademika ISI Padang Panjang. Pertama kali dalam sejarah pembangunan kampus seni perdana di luar Jawa dan Bali itu, mendapat Rusunawa khusus mahasiswa. Hadiah dari kementrian PUPR ini adalah buah perjuangan Rektor Profesor Novesar Jamarun.
“Alhamdulillah setelah berjuang selama 2 tahun, kini ISI Padang Panjang akan segera memiliki sarana Rusunawa untuk mahasiswa. Ini semua adalah berkat sokongan dari kementrian PUPR. Kami menghaturkan terimakasih yang sebesar-besarnya kepada mentri PUPR Bapak Basuki Hadimoeldjono atas bantuan ini,” katanya.
Asrama tersebut adalah proyek impian Rektor Prof Novesar Jamarun sejak menduduki jabatannya. “ketika pertama kali menduduki jabatan sebagai rektor di kampus ini, saya langsung mendapatkan pertanyaan apa yang akan saya lakukan di sini. Tanpa ragu saya menjawab saya akan membangun masjid, itu yang pertama,” katanya.
Kini, lanjut Novesar, masjid telah dibangun dan dipergunakan dengan rutin untuk kepentingan ibadah. Setelah masjid, rektor lalu menarget penyelesaian UKM. “Alhamdulillah, bangunan yang kini menjadi sentra kerja kemahasiswaan itu telah dipergunakan sesuai dengan kebutuhan,” katanya.
Tidak hanya sampai disitu, kini dilaksanakan pula pembangunan gedung Jurusan Televisi dan Film. Selama penyelesaian pembangunan tersebut, telah dimulai pula pembangunan Rusunawa mahasiswa.
“Rusunawa ini diharapkan dapat menunjang kenyamanan mahasiswa dalam belajar di kampus ini. Hingga ditahun depan, masjid kita Insyaallah akan penuh ruah tiap waktu shalat karena jamaah pastinya adalah mahasiswa yang tinggal di asrama ini,” sebutnya.
Ternyata inilah tujuan terbesar pelaksanaan Rusunawa tersebut.
Sementara side manager PT Brantas Abipraya Ade Ibnu mengatakan bahwa pembangunan yang didanai sepenuhnya oleh pihak Kementrian PUPR ini ditarget bakal selesai pada Desember 2018.
“Kami sadar betul bahwa mendapatkan bangunan seperti ini tidaklah gampang. Sangatlah luar biasa perjuangan rektor dalam mendapatkannya dari kementrian PUPR,” kata Ade mengapresiasi rektor.
Dijelaskannya, bangunan yang sedang dikerjakan akan memiliki 3 lantai dengan 37 hunian di dalamnya. “Tiap-tiap hunian akan memiliki dua tempat tidur dan dua lemari. Sehingga adik-adik mahasiswa yang akan tinggal disini hanya perlu membawa baju saja,”katanya.
Total biaya pembangunan akan menelan Rp13 Milyar. Selain bangunan fisik, juga akan dilengkapi dengan sejumlah mobiler pendukung. (rud)
















