Trending | News | Daerah | Covid-19

Daerah

Kadisparpora Agam: Sasaran Kunjungan Wisata Kita Wisata Domestik, Perantau dan Pelajar

Dibaca : 173

Lubuk Basung, Prokabar — Memasuki Tatanan Normal Baru, geliat pariwisata di Kabupaten Agam mulai dibangkitkan. Berharap percepatan peningkatan dan pertumbuhan ekonomi, dapat kembali bangkit. Dengan demikian, kesejahteraan dapat dirasakan masyarakat.

Untuk hal itu dapat terwujud, dibutuhkan berbagai langkah, inovatif dan kreatif sebagai pendorong utama geliat itu. “Brand pariwisata Kabupaten kita adalah Agam Pesona Beragam. Dan itu telah tertuang di Peraturan Daerah dan RIPPDA (Rencana Induk Pengembangan Pariwisata Daerah) Kabupaten Agam,” ungkap Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Agam, Syatria, Kamis (9/7).

Ia melanjutkan untuk pangsa pasar lebih difokuskan pada segment wisata domesti atau Nusantara. Karena dianggap lebih kuat, tepat dan cocok dalam segala budaya. “Selain dari sisi budaya dan kebangsaan yang masih berkaitan erat, Agam merupakan daerah yang sangat cocok kulinernya bagi seluruh wisata domestik itu,” ulasnya.

Sasaran utama wisatawan itu adalah Perantau Minang yang sudah lama hidup diperantauan. Ikatan emosionalnya akan kembali bangkit, jika mereka berkunjung kembali ke kampung halamannya. Dan diharapkan sekali bisa membangun kampung halaman sekalian,” jelas Kadisparpora Agam tersebut.

Selain itu, dari kalangan sekolah elit dan semua kalangan sekolah beserta pelajar dan mahasiswa. Baik di dalam Provinsi Sumatra Barat maupun dari Daerah diluar Sumatra Barat.

Agam memiliki alam yang sangat lengkap dan komplit. Hampir semua geografis alam ada di sini. Yang tidak dimiliki semua daerah lain. Seperti Laut, Pantai, Hutan Mangrove, Danau, Lembah, Lurah, Ngarai, Dataran Tinggi, Dataran Rendah, Perbukittan hingga Gunung sekaligus. “Rafflesia Arnoldi, Rafflesia tua mudae beserta tumbuhan dan hewan langka lain sangat banyak di Agam. Yang tidak kalah hebatnya, melahirkan banyak Tokoh dan Pahlawan Nasional. Cukup ke Koto Gadang dan Sungai Batang saja, sudah sangat memberiakan daya tarik kunjungan Wisata Sejarah yang hebat di sana. Karena kampung kelahiran Haji Agus Salim dan Buya Hamka di sana. Dan terdapat sejuta pelajaran dan catatan sejarah sangat mendunia di sana. Jika dikemas menjadi Wisata Sejarah dengan baik, jelas akan berdampak besar pada pertumbuhan ilmu pengetahuan dan perekonomian masyarakar nantinya,” tutur Syatria.

Agam sangat tepat sebagai daerah tempat kembali memahami sejarah dan proses lahirnya orang-orang hebat di Ranah Minang, umumnya di Sumatra Barat. Tempat pelajar melakukan edukasi literasi lapangan. Bahkan melakukan kunjungan wisata sejarah.

Masyarakat Minang dengan filosofinya belajar dengan alam. Sesuai falsafah Alam Takambang jadi guru. Mampu memperkuat kembali kebangkitan pendidikan karakter dan ilmu pengetahuan bagi generasi penerus.

“Sejarah sebagai warisan budaya. Dan di Agam terdapat puluhan kawasan Haritege yang belum terkemas dengan baik. Pejuang yang sering mengobarkan pertempuran dengan penjajah, cukup alot di sini. Kita contohkan saja kembali di Koto Gadang dan Sungai Batang, sebagai daerah “Bertuah”. Kenapa? Karena terdapat tokoh-tokoh besar dan hebat dan lahir di sana. Hal ini akan menarik generasi muda, juga memberikan edukasi dan sejarah sebagai proses peradaban dan kemajuan identitas kebesaran Ranah Minang,” pungkasnya. (rud)


Baca Juga :

Berani Komen Itu Baik
To Top