Kadisparpora Agam: Sasaran Kunjungan Wisata Kita Wisata Domestik, Perantau dan Pelajar

Penulis -

Kamis, 9 Juli 2020 - 09:19 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Lubuk Basung, Prokabar — Memasuki Tatanan Normal Baru, geliat pariwisata di Kabupaten Agam mulai dibangkitkan. Berharap percepatan peningkatan dan pertumbuhan ekonomi, dapat kembali bangkit. Dengan demikian, kesejahteraan dapat dirasakan masyarakat.

Untuk hal itu dapat terwujud, dibutuhkan berbagai langkah, inovatif dan kreatif sebagai pendorong utama geliat itu. “Brand pariwisata Kabupaten kita adalah Agam Pesona Beragam. Dan itu telah tertuang di Peraturan Daerah dan RIPPDA (Rencana Induk Pengembangan Pariwisata Daerah) Kabupaten Agam,” ungkap Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Agam, Syatria, Kamis (9/7).

Ia melanjutkan untuk pangsa pasar lebih difokuskan pada segment wisata domesti atau Nusantara. Karena dianggap lebih kuat, tepat dan cocok dalam segala budaya. “Selain dari sisi budaya dan kebangsaan yang masih berkaitan erat, Agam merupakan daerah yang sangat cocok kulinernya bagi seluruh wisata domestik itu,” ulasnya.

Baca Juga :  KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan

Sasaran utama wisatawan itu adalah Perantau Minang yang sudah lama hidup diperantauan. Ikatan emosionalnya akan kembali bangkit, jika mereka berkunjung kembali ke kampung halamannya. Dan diharapkan sekali bisa membangun kampung halaman sekalian,” jelas Kadisparpora Agam tersebut.

Selain itu, dari kalangan sekolah elit dan semua kalangan sekolah beserta pelajar dan mahasiswa. Baik di dalam Provinsi Sumatra Barat maupun dari Daerah diluar Sumatra Barat.

Agam memiliki alam yang sangat lengkap dan komplit. Hampir semua geografis alam ada di sini. Yang tidak dimiliki semua daerah lain. Seperti Laut, Pantai, Hutan Mangrove, Danau, Lembah, Lurah, Ngarai, Dataran Tinggi, Dataran Rendah, Perbukittan hingga Gunung sekaligus. “Rafflesia Arnoldi, Rafflesia tua mudae beserta tumbuhan dan hewan langka lain sangat banyak di Agam. Yang tidak kalah hebatnya, melahirkan banyak Tokoh dan Pahlawan Nasional. Cukup ke Koto Gadang dan Sungai Batang saja, sudah sangat memberiakan daya tarik kunjungan Wisata Sejarah yang hebat di sana. Karena kampung kelahiran Haji Agus Salim dan Buya Hamka di sana. Dan terdapat sejuta pelajaran dan catatan sejarah sangat mendunia di sana. Jika dikemas menjadi Wisata Sejarah dengan baik, jelas akan berdampak besar pada pertumbuhan ilmu pengetahuan dan perekonomian masyarakar nantinya,” tutur Syatria.

Baca Juga :  Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026

Agam sangat tepat sebagai daerah tempat kembali memahami sejarah dan proses lahirnya orang-orang hebat di Ranah Minang, umumnya di Sumatra Barat. Tempat pelajar melakukan edukasi literasi lapangan. Bahkan melakukan kunjungan wisata sejarah.

Baca Juga :  Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar

Masyarakat Minang dengan filosofinya belajar dengan alam. Sesuai falsafah Alam Takambang jadi guru. Mampu memperkuat kembali kebangkitan pendidikan karakter dan ilmu pengetahuan bagi generasi penerus.

“Sejarah sebagai warisan budaya. Dan di Agam terdapat puluhan kawasan Haritege yang belum terkemas dengan baik. Pejuang yang sering mengobarkan pertempuran dengan penjajah, cukup alot di sini. Kita contohkan saja kembali di Koto Gadang dan Sungai Batang, sebagai daerah “Bertuah”. Kenapa? Karena terdapat tokoh-tokoh besar dan hebat dan lahir di sana. Hal ini akan menarik generasi muda, juga memberikan edukasi dan sejarah sebagai proses peradaban dan kemajuan identitas kebesaran Ranah Minang,” pungkasnya. (rud)

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan
Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026
Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar
Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar
HUT Pasaman Belasan SMA Sederajat Ikuti Lomba Pionering
Keputusan Tim Keabsahan PORPROV Dipertanyakan, KONI Padang Pariaman Sebut Kasus Atlet Tentrem Pangestuti Belum Tuntas
Dibalut Tradisi Makan Bajamba, Malam Resepsi HUT ke-81 Sumbar Perkuat Kebersamaan dan Kolaborasi
KAI dan Polda Sumbar Perkuat Kolaborasi Hadapi Potensi Ancaman Terorisme di Moda Transportasi Kereta Api

Berita Terkait

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:55 WIB

KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:53 WIB

Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:50 WIB

Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar

Senin, 5 Oktober 2026 - 07:30 WIB

Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 15:13 WIB

HUT Pasaman Belasan SMA Sederajat Ikuti Lomba Pionering

Berita Terbaru

Artikel

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Selasa, 6 Okt 2026 - 20:33 WIB