Padang, Prokabar.com-Kamar Dagang dan Industri (Kadin) meminta kontraktor agar melibatkan pelaku usaha lokal dalam proyek pembangunan ruas tol Padang-Pekanbaru.
Ketua Umum Kadin Sumbar, Ramal Saleh menyampaikan, pelaku usaha lokal jangan sampai jadi penonton. Kontraktor proyek harus terbuka terkait peluang yang ada.
“Ini harus jadi perhatian kita semua, termasuk pemerintah provinsi,” ujarnya pada Prokabar di Padang, Jumat (29/11).
Kementerian PUPR menargetkan empat ruas tol Trans Sumatera bakal beroperasi pada 2020 antara lain Padang Pekanbaru Seksi I (Padang-Sicincin) sepanjang 30,4 Kilometer.
Seksi II dan III Kayu Agung-Palembang-Betung Jaka Baring-Betung sepanjang 69,19 Kilometer. Sigli-Banda Aceh, 74 Kilometer dan Seksi I Medan-Binjai, 6,27 Kilometer.
Hingga November tahun ini, ruas tol Trans Sumatera yang sudah beroperasi mencapai 467,6 km. Secara keseluruhan, dari Lampung-Aceh mencapai 2.974 Kilometer.
Dalam perencanaannya, pembangunan proyek ditargetkan rampung pada 2024, dengan nilai investasi pembangunan ruas Padang-Sicincin mencapai Rp4 triliun.
Untuk itu, lanjutnya, Kadin Sumbar dalam waktu dekat bakal menemui kontraktor utamanya (Hutama Karya) guna membicarakan peluang pengusaha lokal.
“Saya sudah ajak Ketua Umum Kadin Padang Pariaman. Karena proyek itu di lokasinya. Dalam waktu dekat pasti akan kami temui,” ujarnya.
Menurutnya, jangan sampai sub-kegiatan digarap pengusaha di luar Sumbar. Apalagi, saat ini daya saing kontraktor lokal sudah mulai membaik.
Ketika ditanyai soal kemanpuan modal, ia mengaku banyak cara untuk mengatasinya. Kontraktor bisa membentuk konsorsium, sehingga segala persyaratan bisa terpenuhi.
“Jika tidak bisa tunggal, tentu bisa dibentuk perusahaan patungan. Bisa jadi 2 atau 3 perusahaan bergabung dalam satu bendera,” tutupnya. (tds)
















