Pangkalan, prokabar.com– Banjir sepertinya memang sudah menjadi masalah rutin di Kabupaten Limapuluh Kota.
Kini, bencana itu kembali menyapa kabupaten berjuluk Luhak Nan Bongsu itu.
Pada Kamis (28/4) senja, banjir kembali menerjang Kecamatan Pangkalan Koto Baru, Kabupaten Limapuluh.
Tepatnya di Nagari Manggilang yang terbelah ruas jalan Payakumbuh menuju Pekanbaru.
Berita Terkait:
- Banjir Sudah Surut, Warga Masih Was-was
- Raungan Sirine Mobil BPBD Limapuluh Kota Merobek Malam
- Warga Panik, Air Nyaris Setinggi Pinggang
Nagari yang satu ini memang seperti sudah langganan banjir, setiap tahun selalu ada.
Termasuk di nagari tetangganya, seperti Koto Lamo, Sopang, dan ibu kecamatan di Pangkalan.
Berbicara banjir dalam tiga tahun terakhir, Limapuluh Kota cukup marasai diterjangnya.
Jika sudah turun hujan dalam intensitas tinggi, maka bersiap-siaplah kedatangan tamu yang merepotkan itu.
Akhir tahun lalu, banjir besar melanda dua kecamatan. Yang paling parah di Kecamatan Harau dan Lareh sago Halaban.
Wilayah yang terdampak luapan air yakni Nagari Taram, Kecamatan Harau dan Nagari Batu Payung di Kecamatan Lereh Sago Halaban.
Menurut BPBD Kabupaten Limapuluh, banjir di penghujung tahun 2020 merata.
Mulai dari Kecamatan Pangkalan Koto Baru, kemudian Kecamatan Kapur IX, Kecamatan Situjuah Limo Nagari dan Akabiluru.
Baca Juga Milenialisme.com
- SEO Wajib untuk Public Relation dalam Mengembangkan Website
- Pemanfaatan Website oleh PR Menuju Good Governance
- Di Era Digital, Humas Digital Wajib Tingkatkan Pelayanan
Kecamtaan Guguak, Kecamatan Payakumbuh, Kecamatan Lareh Sago Halaban, dan Kecamatan Harau ikut terdampak.
Banjir Februari 2019
Pada Februari 2019, bajir juga terjadi di KecamatanPangkalan, bahkan berakibat jatuhnya korban.
Menurut BPBD, beberapa lokasi yang tergenang air dengan ketinggian hampir mencapai satu meter.
Antara lain di Jorong Lokoak Godang, Banjar Ranah, Pasa Usang dan Tigo Balai.
Foto udara memperlihatkan air merendam Nagari Taram, Kecamatan Harau, Kabupaten Limapuluhkota di Sumatera Barat, Sabtu (5/9/2020)
Data BPBD Limapuluhkota menyebutkan bencana tersebut akibat lupatan sungai.
Sehingga rumah yang berada di sekitar terendam, begitupun dengan jalan serta pesawatan di dua Nagari pada Kabupaten ini. (*)
















