Daerah

Kabupaten Agam Ke-dua Tertinggi di Sumbar Produksi Jagung

Agam, Prokabar — Produksi dan produktivitas komoditas jagung di Kabupaten Agam, terus mengalami peningkatan, hingga mencapai surplus. Hal ini dilihat dari perbandingan antara kenaikan pada subron Januari-Agustus 2018 dan subron Januari-Agustus 2019.

“Benar, produksi jagung kita mengalami kenaikan yang cukup signifikan, baik secara produksi maupun produktivitas panen. Sehingga kita berada diurut ke-dua di tingkat provinsi dibidang produksi dan produktivitas,” ujar Kasi Produksi Ketahanan Pangan Dinas Pertanian Kabupaten Agam, Imrefli dilansir Prokabar dari MC Agam, Rabu (2/10).

Imrefli menambahkan, bahwa dibidang produktivitas posisi Kabupaten Agam hanya sedikit dibawah Kabupaten Solok, dengan luas produktivitasnya 108.09 hektare.

Sementara, Kabupaten Pasaman Barat masih diposisi pertama di bidang produksi dengan jumlah produksi 163,634 ton. Hal itu dikarenakan luas tanam Pasaman Barat juga cukup luas yaitu 23,899 hektare.

Dijelaskan, tercatat bahwa subron Januari-Agustus 2018 produksi jagung Kabupaten Agam sebesar 73.174 ton, produktivitas 72,80 per hektare dengan luas tanam 10,646 hektare.

Sementara, pada subron Januari-Agustus 2019 produksi jagung naik menjadi 90,880 ton, produktivitas 90,28/hektare dengan luas tanam seluas 9.122 hektare.

“Data ini berdasarkan hasil rapat dengan Dinas Pertanian Provinsi bersama BPS Provinsi Sumbar pada tanggal 25 September kemarin,” imbuhnya menjelaskan.

Ia menerangkan, naiknya jumlah produksi dan produktivitas komoditas jagung adalah berkat dari komitmen Pemerintah Kabupaten Agam yang pro pertanian melalui bantuan bibit jagung maupun berupa pembinaan atau penyuluhan yang diberikan secara berkelanjutan.

Diantaranya, bantuan seluas 35 hektare dari dana APBD 2019 yang akhir September 2019 sudah terealisasi semuanya. Hal lainnya juga didukung dari pemerintah pusat pada Juli 2019 seluas 1.532 hektare dengan jenis bibit NK 212.

“Tentu ini juga kembali kepada petaninya sendiri yang ingin merubah pola tanam ataupun dalam memilih bibit unggul sesuai dengan gestur tanahnya. Seperti di Kabupaten Agam mayoritas sangat cocok untuk bibit NK 212,” katanya. (rel/hdp)

Berani Komen Itu Baik
Loading...
To Top