Trending | News | Daerah | Covid-19

Musik

Kabar U’Camp Band, Tak Sekedar ‘Bayangan’. Ini Kata Sandy Andarusman

Dibaca : 713

Jakarta, Prokabar – Drummer nyentrik Sandy Andarusman sebelum dikenal sebagai personil Pas Band, sempat bergabung dengan band U’Camp.

Grup musik aliran rock asal Bandung ini terbentuk tahun 1988. Sebagai formasi awal, band yang melambungkan lagu ‘Bayangan’ ini digawangi oleh Rudi (vokal), Iram (gitar), Ovy (gitar), Erry (bass), dan Sandy (drum).

Bagi generasi 90’an pastinya tak asing dengan sederet karya mereka yang terdengar ‘keras’ namun masih membekas di hati. Buktinya ketika U’Camp Reunion tampil di 90’s Festival (November 2019) panggung mereka dipenuhi penggemar.

Melihat antusias dari penggemar yang merindukan karya U’Camp, Sandy dan personel lainnya kembali memikirkan kebangkitan band yang telah membesarkan namanya.

Termasuk ketika masa pandemi covid-19 melanda, mereka mengisi waktu dengan berkomunikasi merencanakan karya terbaru.

“Masa pandemi membuat semua orang akhirnya banyak waktu luang. Nggak banyak yang diurusin juga. Pas bulan puasa sempat bikin konten, dan ternyata banyak yang suka. Khususnya anak 90an nyuruh kita bikin album baru,” jelas Sandy di acara @Se2ruan belum lama ini.

 

Sebagai langkah awal, mereka mengaktifkan sosial media untuk menunjukan U’Camp masih eksis di industri musik. “Caranya kita ngebangun sosmed U’Camp kembali eksis. Ada beberapa orang yang bilang bisa jadi sesuatu. Jadilah dibikin serius,” timpal Sandy menjawab pertanyaan pemandu acara, Ifan Ohsi.

“Penggemar kita kan dulunya masih SMA dan sekarang punya jabatan, posisi dan tentunya uang. Mereka antusias seperti kembali ke jaman SMA, wah bisa jadi duit nih,” ujarnya menambahkan.

Meski namanya sudah dikenal dengan sebutan Sandy Pas Band, tak sedikitpun hatinya meninggalkan U’Camp.

“Saya dan Ovi (/rif) tak pernah tercetus keluar dari U’Camp. Buktinya sekarang kita masih bersatu karena penggemar terlihat happy. Akhirnya ya kita harus nerusin nih,” aku Sandy penuh semangat.

Apa yang membuat U’Camp masih bertahan hingga sekarang? “U’Camp respect is other! Saling menghargai karya kita masing-masing. Inilah yang bikin U’Camp tetap masih ada,” jelasnya.

Rencananya U’Camp Reunion tengah menyiapkan karya terbaru dengan versi yang berbeda. “Kita lagi proses buat lagu lagi. Tentunya dengan versi yang berbeda. Tunggu kejutannya ya,” tutur Sandy.

Selain tengah menyiapkan karya terbaru bersama personel U’Camp, Sandy juga sibuk dengan aktivitas bersepeda.

“Sudah dari tahun 2005 diracuni tetangga beli sepeda. Tadinya sekedar keliling komplek, eh malah keterusan gowes ke Gunung Papandayan, Gunung Karang di Pandeglang,” serunya.

Sebagai pesepeda, Sandy turut senang karena hobinya itu sekarang ini juga diminati banyak orang. Di masa pandemi, bersepeda menjadi trend olahraga.

“Happy, karena penjualan sepeda meningkat 300 persen, semua toko habis. Bengkel sepeda juga ikut happy,” akunya.

Namun Sandy menyanyangkan trend bersepeda tidak disertai dengan kesadaran masing-masing pesepeda.

“Tidak berolahraga rutin, dipaksakan gowes tak kenal lelah. Memaksakan jantung yang sudah tidak kuat dan selesai. Anjurannya lebih baik trend itu dibangun tapi harus sadar diri,” imbau Sandy.

Manfaat dari bersepeda pun dirasakan Sandy, seperti memanfaatkan perkenalan diantara komunitas sepeda. Sandy mengaku bisa mendapatkan peluang jaringan untuk membuka rejeki.

“Punya manfaat ikut komunitas, membuka netrwork buka rejeki sesama pepeda juga. Menjalani itu yang happy, peluang bekerja lebih besar,” tambahnya lagi.

Di akhir perbincangan, Sandy pun memberikan kata bijaknya. “Hidup sekali, yang namanya tua itu pasti. Tapi sehat itu pilihan,” yakinnya. (beb)


Baca Juga :

Berani Komen Itu Baik
To Top