Jusuf Kalla Sebut Sumber Daya Manusia Minangkabau Alami Kemunduran

Penulis -

Sabtu, 1 Oktober 2022 - 22:28 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jusuf Kalla Sebut Sumber Daya Manusia Minangkabau Alami Kemunduran

Jusuf Kalla Sebut Sumber Daya Manusia Minangkabau Alami Kemunduran

Prokabar.com – Mantan Wakil Presiden Indonesia 2004-2009 Jusuf Kalla sebut Sumber Daya Manusia Minangkabau alami kemunduran.

Hal itu disampaikannya saat menyampaikan pidato HUT Sumatera Barat ke-77 di Padang, Sabtu (1/10/2022).

Dia mengatakan dahulu orang Minang sangat terkenal dengan pemikiran-pemikirannya.

Sehingga, banyak tokoh-tokoh nasional berasal dari Minangkabau.

“Orang Minangkabau keutamaannya adalah berfikir.”

“Mereka bekerja dengan otak tidak dengan otot dan hal ini dibuktikan dengan banyaknya tokoh Minangkabau menjadi tokoh nasional.”

“Namun saat ini sudah berkurang,” kata Jusuf Kalla.

Lebih lanjut, ia mengatakan hal itu selaras dengan perkataan Soekarno yang pernah berucap berfikirlah seperti orang Minang, berbicara seperti orang Batak dan bekerja seperti orang Jawa.

Sumbar mampu melahirkan tokoh-tokoh yang berperan penting untuk bangsa seperti Hatta, Sjharir, yamin, M Natsir dan lainnya.

Baca Juga :  KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan

“Sebagian besar mereka adalah tokoh yang menjadi pelopor kemajuan bangsa ini,” ungkap Jusuf.

Selanjutnya, dia menjelaskan perbedaan orang Minang dengan Bugis pada zaman dahulu.

Pada tahun 1921 Minang telah melahirkan seorang doktor yakni M Djamil.

Sementara di Sulawesi Tenggara orang baru menjadi sarjana pada tahun 1949.

Ada perbedaan jarak waktu 30 tahun soal pendidikan dengan Bugis Sulawesi.

Hal ini menandakan lebih majunya pendidikan di Minang dibanding daerah lain.

“Bahkan guru-guru dari Minang ini dulu dikirim ke seluruh daerah untuk meningkatkan pendidikan bangsa.”

“Salah satunya mertua saya yang dikirim sebagai kepala sekolah Muhammadiyah ke Makassar,” terangnya.

Baca Juga :  KAI Divre II Sumbar Terus Perkuat Keselamatan Perlintasan Sebidang Kereta Api

Kemunduran Pemuda Minang

Kemudian, dia menjelaskan perbedaan pemuda Minang zaman dulu dengan sekarang.

Zaman dulu, setelah makan di rumah, pemuda Minang langsung menuju ke surau.

Di sana mereka mempelajari tentang agama, silat dan lainnya.

Sehingga, rasa persatuan mereka di surau itu kuat.

“Ini yang membuat mereka bertahan hidup dengan berdagang dan menjadi semakin kuat sehingga memunculkan dunia usaha yang baik,” tuturnya.

Sementara, pemuda Minang saat ini justru lebih sibuk menonton televisi di rumah.

Tak ada lagi mereka yang berkumpul di surau-surau.

Tak hanya itu, dulu pada tahun 1960 dari 10 masjid yang melaksanakan shalat Jum’at di Jakarta, delapan dari 10 masjid itu khatib Jum’at berasal dari Minang.

Baca Juga :  Kontrak Baru Adhi Karya Capai Rp8,9 Triliun, Moeharmein Sebut Kebutuhan Infrastruktur Nasional Terus Tumbuh

Begitupun, yang mengislakan orang Bugis juga orang Minang.

Berbeda dengan sekarang, dulu orang belajar agama ke Thawalib Padang Panjang.

Sementara saat ini orang-orang ke Padang Panjang hanya untuk pergi makan sate.

Justru orang Minang malah belajar agama ke gontor dan pulau Jawa.

Terakhir, Jusuf Kalla menitip pesan ke Gubernur Sumatera Barat.

Dia ingin Minang yang sekarang bisa kembali seperti Minang yang dulu.

“Pak Gubernur perlu suatu upaya memajukan kembali tingkatkan pengetahuan keagamaan dan mampu kembalikan marwah orang Minang dalam urusan agama Islam.”

“Ada suatu degradasi dari sisi pendidikan keagamaan yang perlu diperbaiki di sini, ini tentu jadi perhatian,” tutup dia.

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 
Kontrak Baru Adhi Karya Capai Rp8,9 Triliun, Moeharmein Sebut Kebutuhan Infrastruktur Nasional Terus Tumbuh
KAI Divre II Sumbar Terus Perkuat Keselamatan Perlintasan Sebidang Kereta Api
KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan
Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026
Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar
Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar
HUT Pasaman Belasan SMA Sederajat Ikuti Lomba Pionering

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 12:01 WIB

Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 

Rabu, 7 Oktober 2026 - 10:56 WIB

Kontrak Baru Adhi Karya Capai Rp8,9 Triliun, Moeharmein Sebut Kebutuhan Infrastruktur Nasional Terus Tumbuh

Rabu, 7 Oktober 2026 - 09:21 WIB

KAI Divre II Sumbar Terus Perkuat Keselamatan Perlintasan Sebidang Kereta Api

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:53 WIB

Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:50 WIB

Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar

Berita Terbaru

Daerah

Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 

Rabu, 7 Okt 2026 - 12:01 WIB

Artikel

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Selasa, 6 Okt 2026 - 20:33 WIB