Padang, Prokabar – Kepala sekolah beserta guru geografi dan siswa-siswi SMA Negeri 2 Batang Anai, Kabupaten Padang Pariaman menyambut positif program pengabdian masyarakat oleh tim pengabdian masyarakat Jurusan Geografi FIS UNP yang telah memperkenalkan media pembelajaran 3D model lipatan dan patahan serta struktur bumi beberapa waktu yang lalu.
Meskipun di tengah wabah pandemi Covid 19 saat sekarang ini, tidak mengendorkan semangat Tim Pengabdian Jurusan geografi FIS UNP untuk melaksanakan program pengabdian. Hal ini turut senada dengan sambutan pihak sekolah yang dijadikan lokasi pengabdian. Karena ditengah pandemi pihak kampus khususnya Jurusan Geografi masih berkenan memberikan ilmu dan pengalaman baru bagi siswa –siswi dan guru geografi yang ada di sekolah.
Tentunya dengan melaksanakan aturan covid 19 yang ketat. Kegiatan ini diketua oleh Sari Nova dengan tim dosen Deded Chandra, Helfia Edial, Lailaturrahmi, Sri Kandi Putri, dan mahasiswa Jurusan Geografi FIS UNP.
“Kami sangat senang sekali, karena sekolah kami dijadikan lokasi pengabdian masyarakat oleh Tim pengabdian masyarakat Jurusan Geografi FIS UNP. Tentunya ini sangat bermanfaat bagi mereka dalam rangka meningatkan pengetahuan dan pemahaman terhadap materi pembelajaran,” kata Kepala Sekolah SMAN 2 Batang Anai, Mandriyanti.
Mandriyanti menyebutkan, Tim pengabdian masyarakat Jurusan Geografi FIS UNP yang diketuai oleh Sari nova telah memperkenalkan kepada guru-guru dan siswa-siswi SMAN 2 Batang Anai tentang pembuatan media pembelarajan 3D, khususnya tentang lipatan,patahan, dan struktur bumi.
Apa yang sampaikan oleh mandriyanti, dibenarkan oleh Sari nova selaku ketua Tim Pengabdian pada Minggu (28/9) kemarin, dosen UNP tersebut menyampaikan, mereka dari tim pengabdian masyarakat Jurusan Geografi FIS UNP tidak hanya memperkenalkan media pembelajaran model 3D lipatan,patahan, dan struktur bumi di SMAN 2 Batang Anai, tetapi juga di SMAN 5 Kota Pariaman.
Program pengabdian yang berjudul “pelatihan pembuatan media pembelajaran Geografi 3D model lipatan dan patahan serta struktur bumi di SMAN 2 Batang Anai Kabupaten Padang Pariaman dan SMAN 5 Kota Pariaman” tersebut mereka anggap sangat perlu untuk guru-guru geografi dan siswa-siswi.
Program pelatihan media 3D ini, terang Sari Nova, dilaksanakan di dua sekolah dan di masing-masing sekolah diikuti oleh 5 Siswa dan 1-3 guru Geografi yang ada disekolah yang bersangkutan. Hal ini dibatasi karena kondisi yang tidak memungkinkan untuk dilaksanakan dengan jumlah yang lebih banyak.
Sebelumnya Sari Nova menjelaskan, program pengabdian tersebut merupakan program tahunan dosen-dosen di lingkungan UNP. Tujuannya adalah untuk menjalankan tridarma perguruan tinggi, yaitu pendidikan, penelitian, dan pengabdian.
Sekaitan itu, Sari Nova mengajak siswa-siswi untuk dapat berpartisipasi dalam pembuatan media pembelajaran lipatan,patahan, serta struktur bumi.
“Media yang akan dibuat tersebut adalah bentuk bentuk dari lipatan, patahan, struktur struktur yang melapisi bumi, “ujarnya .
Sari Nova mengatakan dalam pembuatan media pembelajaran 3D ini, peserta dibagi menjadi dia tim. Pertama yang membuat lipatan bumi . sedangkan tim kedua membuat patahan ibu . pembagian kelompok tersebut hanya berlaku di SMAN 2 Batang Anai.
Sedangkan di SMAN 5 Kota Pariaman hanya dibagi menjadi 1 kelompok. Setiap kelompok didampingi oleh 1 mahasiswa dan 1 dosen dengan menjadi jarak dan mematuhi protocol covid 19.
“Media pembelajaran itu dapat membantu siswa dalam memahami dan melihat secara langsung bagaimana bentuk patahan, lipatan dan struktur bumi.” Harap Sari Nova.
Sehubungan hal itu , kepala SMAN 2 Batang Anai, Mandriyanti sebelumnya berharap, siswa-siswi dapat mengikuti pelatihan pembuatan media pembelajaran 3D ini dengan baik., agar dapat komunikatif dan memahami setiap langkah pembuatannya. Agar nantinya dapat memberikan ilmu ini kepada teman teman nya yang tidak mengikuti kegiatan pelatihan.
Tiara Winda Sari, Pelajar SMAN 2 Batang Anai, mengaku sangat senang bisa terlibat dan mengikuti program pelatihan pembuatan media pembelajara tersebut. Dia pun berharap, program tersebut dapat dilaksanakan setiap tahunnya .
Hal senada juga disampaikan Kurniawan. Menurutnya, pelatihan itu benar benar membuatnya senang dan ingin lebih mendalami geografi dan pembuatan media lainnya yang berhubungan dengan materi materi geografi.(rls)
















