Oleh: Rizal Marajo
Setelah pandemi merampas kegembiraan Jordus Cup selama dua tahun, Lebaran tahun ini Lapangan Pulai bakal tak lagi sepi. Mulai H+3 Lebaran tahun ini, Lapangan yang lebih pas disebut stadion mini di Pulai Sungayang akan kembali ramai.
Lapangan ini tak lagi kesepian, tapi akan berganti gegap gempita oleh sorak sorai penonton. Selamat datang kembali Jordus Cup.
Jordus Cup, turnamen sepakbola yang menjadi “cara” Sungayang merayakan Idul fitri, dan itu sudah berjalan selama 22 tahun. Turnamen legend kata penikmat sepakbola zaman now.
Jordus Cup yang selalu ditunggu dan dirindukan pecandu sepakbola, tak hanya di Sungayang, tapi seantero Tanah datar, bahkan Sumbar.
“Sebaiknya anda tahu!” Dari Nagari Sungayang, sebuah turnamen sepakbola muncul. Jadi catatan sejarah itu. Melegenda karena sudah berjalan selama 22 tahun. Jordus (Jorong Duo Sungayang) Cup, turnamen sepakbola yang rutin dihelat H+3 Lebaran, Hari Raya Idul Fitri setiap tahunnya.
Bermula 1997, alek sepakbola tarkam (antar kampung) digelar untuk menghibur masyarakat yang pulang bersilahturahmi ke kampung halaman mereka, Sungayang.
Agaknya perantau Sungayang dalam merayakan silahturahmi Hari Raya Idul Fitri, tidak cukup dengan kunjung mengunjungi dari rumah ke rumah saja. Rasa kebersamaan antara yang di rantau dan di kampung halaman. Malapeh taragak bertemunya di lapangan sepakbola Pulai.
Ternyata turnamen ini berkembang dari tahun ke tahun. Panpel mandiri menggelar Jordus Cup. Urunan dari perantau dalam membiayai alek basamo. Serta dari sponsorship yang selalu ingin terlibat tiap tahunnya.
Makin kesini ada cita rasa profesional ketika melihat turnamen ini dipersiapkan, dikelola, dan dilaksanakan.
Setelah edisi awal (1997-2002) diikuti tim-tim tarkam. Jordus Cup sempat vakum (2003-2008). Come back pada 2009, Hingga 2019 perbaikan demi sajian berkualitas tak luput dilakukan panpel.
Tetap dengan 8 tim peserta. Skema sistim gugur. Mengundang klub-klub amatir di Sumatera Barat, bahkan Riau dan Jambi. Mayoritas klub-klub anggota resmi PSSI, kontestan Liga 3 Indonesia, bergantian dan antri jadi peserta.
Level pertandingan meningkat. PSPP Padang Panjang, PSP Padang, Gasliko Limapuluh Kota, PS. GAS Sawahlunto dan PS Dharmasraya bergiliran memuncaki turnamen. Selain itu, Persiju Sijunjung, Persepak Payakumbuh, Aroma Taram FC, Limkos FC , PSKB Bukittinggi dan lain-lain menjadikan Jordus Cup sebagai ajang pramusim.
Beberapa tim spesial juga pernah unjuk gigi. Jordus Cup (2009 dan 2012), Ramadhan FC, kumpulan pemain-pemain profesional asal Sumbar yang pulang kampung saat Lebaran tak ketinggalan berpartisipasi.
Hiburan rakyat bukan lagi sekedar laga. Profesionalitas dalam penyelenggaraan jadi acuan dan konsep yang diutamakan. Kualitas pertandingan diracik. PSSI Sumbar telah merekomendasikan Jordus Cup sebagai turnamen yang layak diikuti. Tertib administrasi dan perangkat pertandingan. Kukuh “rules of the game”.
Patut sekali ajang ini berperan tambah jam terbang bibit-bibit maupun talenta pesepakbola Sumbar. Sebutlah Hengki Ardiles, legenda klub Semen Padang FC, mengorbit dari Jordus Cup II-1998.
Begitu pula deretan pemain Ranah Minang lainya yang sudah pensiun dari pemain profesional macam generasi emas PON 2004, macam Oktavianus, Rifky Firdaus, Tommi Pranata, Febi MC dan lain-lain
Jandia Eka Putra (PSIS), Tri Rahmad Priadi (Persiraja) pun sempat mencicipi keriuhan alek sepakbola Rang Sungayang ini.
Ada Arif Satria (Persebaya), Yohandes Saputra (Kalteng Putra) bersama PSP Padang di Jordus Cup XV-2017. Ataupun Aed Tri Oka (PSPS Riau) dan Dadang Tri Sismon (Tiga Naga FC), dua sosok anak Batusangkar yang senantiasa membela tim tuan rumah, Jordus FC, menjuarai beruntun edisi 2018 dan 2019.
Dapat dijumpai semua pesepakbola Sumbar berbagai generasi, tak luput mengenyam rancaknya lapangan Pulai, lapangan kampung yang representatif dalam menyipak si kulit bundar.
Pulai mempercantik diri tiap selesai turnamen. Menyambut tahun depan, selalu ada pembenahan. Seperti tribun penonton sekeliling lapangan. Penonton tidak lagi berdiri serupa tahun-tahun awal hajatan.
Hasil alek ditambah sumbangan perantau, dipergunakan memagar dan membeton tribun penonton. Pemkab Tanah Datar sumringah, Jordus Cup menjadi salah satu sarana unggulan untuk didatangi oleh pecandu bola kaki dari seluruh pelosok negeri.
Kerinduan tahunan di hari nan fitri akan terobati di Jordus Cup, 4-11 Mei 2022. Jika tak ada halangan, Bupati Eka Putra yang dilantik awal 2020 akan membuka turnamen.
Seperti tradisi-tradisi sebelumnya, Tanah Datar-1 “wajib” hadir di opening ceremony melakukan tendangan perdana. Kalau tak hadir membuka dan menendang bola pertama Jordus Cup, berarti “belum sah” jadi penunggang BA 1 E.(*)

Daftar Juara Jordus Cup sepanjang masa
1997: Ambalau sejati Sungai Tarab
1998: Porsa Salimpaung
1999: Jordus Sungayang
2000: Jordus Sungayang
2001: CWN Solok
2002: PSTS Tabing Padang
2009: Ramadhan FC Padang
2010: PSPP Padang Panjang
2011: Ikbar FC Jakarta
2012: Ramadhan FC Padang
2013: Ikbar FC Jakarta
2014: PSP Padang
2015: Gasliko Lima Puluh Kota
2016: PS. Dharmasraya
2017: GAS Sawahlunto
2018: Jordus FC
2019: Jordus FC
2020: —–
2021: —–
2022: ??????
















