JKMP UHC Open System BPJS ‘Tergelicir’ di Pasaman

Penulis -

Kamis, 22 Agustus 2019 - 20:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pasaman, Prokabar — Program Jaminan Kesehatan Masyarakat Pasaman (JKMP) Saiyo Universal Health Coverage (UHC) open system mulai ‘tergelicir’. Program yang digadang-gadangkan pemerintah Pasaman dengan jaminan masyarakatnya 100 persen terlindungi BPJS terhitung 1 Agustus lalu itu, malah menimbulkan masalah baru.

Buktinya, sudah tiga hari ini, ribuan masyarakat memadati kantor BPJS Pasaman. Bukan main antriannya. Berdesakan pula. Bahkan tidak sedikit masyarakat yang tak dapat pelayanan. Sampai-sampai ada pula yang nyaris pingsan.

Baca Juga :  Kontrak Baru Adhi Karya Capai Rp8,9 Triliun, Moeharmein Sebut Kebutuhan Infrastruktur Nasional Terus Tumbuh

Seperti yang dialami Ayu, salah seorang ibu rumah tangga yang sedang hamil. Tiga hari ia pulang balik mengurus BPJS yang biaya iuran bulanan dari APBD Pasaman (program JKMP UHC) itu, namun tak kunjung selesai.
“Yang ada saya malah jatuh pingsan, pak. Tidak tahu saya, macam apa sistem pelayanan program ini. Dulu katanya semua masyarakat yang belum dapat jaminan kesehatan bakal diberi. Tahunya, sekarang beda lagi,” kata Ayu.

Baca Juga :  Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 

Sementara itu, Kepala BPJS Kesehatan Kabupaten Pasaman Syafrudin mengatakan, setiap harinya, pihak BPJS hanya memberikan nomor antrian sekitar 200 nomor.
“Nomor antrian itu pagi sudah dibagi karena tidak sanggup melayani, nomor antrian dibagi 200, masyarakat yang datang 500, yang 200 itu melayaninya sampai jam 8 malam” kata Sayrudin.

Syafrudin juga menyampaikan mulai besok pendaftaran peserta BPJS rekomendasi dari Dinas Sosial dibatasi, diprioritaskan bagi yang emergency dan itu sudah keputusan rapat dengan bupati, Sekda dan Dinas Sosial Kabupaten Pasaman.
“Sejak tanggal 1 Agustus kemarin sudah 5.000 orang mendaftar, habis anggaran Pemda, jadi mulai besok dibatasi,” ujar Syafrudin.

Baca Juga :  Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026

Di sisi lain, untuk program JKMP-Saiyo UHC open system ini, pihak Pemkab Pasaman menganggarkan Rp1,8 miliar. Selain itu, program yang sebelumnya ada dan telah berjalan, Pemkab Pasaman telah merealisasikan Rp14,495 miliar untuk Jamkesda, Rp5 miliar untuk JKMP-Saiyo UHC. (Ola)

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 
Kontrak Baru Adhi Karya Capai Rp8,9 Triliun, Moeharmein Sebut Kebutuhan Infrastruktur Nasional Terus Tumbuh
KAI Divre II Sumbar Terus Perkuat Keselamatan Perlintasan Sebidang Kereta Api
KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan
Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026
Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar
Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar
HUT Pasaman Belasan SMA Sederajat Ikuti Lomba Pionering

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 12:01 WIB

Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 

Rabu, 7 Oktober 2026 - 10:56 WIB

Kontrak Baru Adhi Karya Capai Rp8,9 Triliun, Moeharmein Sebut Kebutuhan Infrastruktur Nasional Terus Tumbuh

Rabu, 7 Oktober 2026 - 09:21 WIB

KAI Divre II Sumbar Terus Perkuat Keselamatan Perlintasan Sebidang Kereta Api

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:53 WIB

Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:50 WIB

Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar

Berita Terbaru

Daerah

Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 

Rabu, 7 Okt 2026 - 12:01 WIB

Artikel

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Selasa, 6 Okt 2026 - 20:33 WIB