Trending | News | Daerah | SemenPadangFC

Daerah

JKA, Tokoh Penyeimbang yang Dibutuhkan Golkar Sumbar

Dibaca : 180

PADANG,Prokabar – Mesin politik jelang musyawarah daerah (Musda) DPD Golkar Sumbar kian panas. Sejumlah kandidat yang diprediksi maju, dikabarkan telah menekan tombol start dan bergerilya menemui kader. Dari sekian banyak kandidat, nama John Kennedy Aziz (JKA) paling melambung. JKA banjir dukungan. Para tokoh lintas profesi mengalirkan dukungan padanya.

Teranyar, dukungan datang dari tokoh muda Golkar, Rafik Perkasa Alamsyah. Menurut Rafik, sosok seperti JKA dibutuhkan Golkar Sumbar. “Jika ditanya siapa yang paling pas memimpin Golkar lima tahun ke depan, jawabannya ya JKA. Dia sosok yang sangat dibutuhkan, tidak hanya untuk kemajuan Golkar semata, tapi juga untuk kemajuan Sumbar,” terang Rafik, Rabu (26/02/2020) malam.

Kondisi Golkar saat ini, dalam pandangan Rafik dalam fase yang kritis. Pada pemilu serentak yang lalu, perolehan suara Golkar anjlok. Jumlah perwakilan di parlemen berkurang drastis. Kursi Ketua DPDR Sumbar dan beberapa ketua di kabupaten/kota lepas ke tangan partai lain. Padahal, dari dulu Sumbar terkenal sebagai basis Golkar. “Sebab itu, Golkar Sumbar perlu nakhoda yang tangguh seperti JKA, agar bisa melakukan evaluasi secara besar-besaran,” tutur Rafik.

JKA dianggap punya kemampuan manajemen partai yang mumpuni dalam menyelesaikan persoalan Golkar di Sumbar. “Saya percaya JKA mampu melakukan konsolidasi dengan baik, menata kembali Golkar dari bawah serta merebut lagi kepercayaan publik. Lakek tangan JKA sudah teruji, baik di internal Golkar, maupun ketika menjadi wakil rakyat. Bisa terpilih dua kali dalam Pemilu itu menandakan kalau JKA punya kecapakan dalam mengambil hati kader dan publik secara umum,” kata mantan Koordinator Wilayah (Korwil) II DPP Angkatan Muda Partai Golkar (AMPG) tersebut.

JKA disebut sebagai tokoh penyeimbang yang turun tangan dari DPP ke daerah untuk menyelesaikan konflik berkepanjangan di Golkar Sumbar. Menurut Rafik, terpilihnya JKA sebagai ketua DPD nantinya, mampu meredam konflik di internal Golkar. “Sebaliknya, kalau yang terpilih itu masih satu dari dua kubu yang berkonflik, persoalan di Golkar Sumbar tidak akan pernah berakhir. Para kader hanya akan sibuk saling sikut di dalam, berfaksi-faksi. Akibatnya buruk terhadap citra partai, dan akan kembali menggerus perolehan suara. JKA tepat, dia bukan berasal dari dua kubu itu (yang berkonflik),” sebut Ketua Umum (Ketum) Ikatan Pemuda Pemudi Minang Indonesia (PMII) itu.

Rafik mengimbau para kader dan pemilik suara pada musda mendatang menjatuhkan pilihannya pada JKA jika memang ingin Golkar kembali berjaya di Sumbar, baik di pemilihan gubernur (pilgub) atau Pemilu 2024 mendatang. “Integritas dan dedikasi JKA pada partai tak diragukan lagi. Saya berharap seluruh kader bersepakat mendorong JKA untuk menjadi pimpinan Golkar Sumbar agar kejayaan Golkar bisa dikembalikan,” ucapnya.

Sebelumnya, sejumlah kader, simpatisan, bahkan pengusaha dan ulama menyatakan dukungannya terhadap JKA agar mau menjadi Ketua DPD Golkar Sumbar. JKA dianggap sebagai sosok yang memiliki kemampuan menjadikan lagi Golkar sebagai rumah besar masyarakat Sumbar. Pengalaman JKA sebagai Ketua Bidang Pemenang Pemilu Sumatera II, serta pengalamannya berorganisasi dianggap sebagai modal yang sangat besar untuk kembali membuat Golkar jaya di Ranah Minang. (rls)


Baca Juga :

Berani Komen Itu Baik
Tirto.ID
Loading...
To Top