Daerah

Jika Pelihara Hewan Dilindungi, BKSDA Pasaman Minta Masyarakat Segera Menyerahkannya

Ilustrasi

Pasaman, Prokabar — Memelihara hewan dilindungi, masyarakat Pasaman diminta segera menyerahkannya ke Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Resor Pasaman. Jika tidak, siap-siap dipidana penjara lima tahun lamanya, ditambah pidana denda Rp100 juta. Ini bukan gertak isapan jempol, sebab dalam waktu dekat, BKSDA bakal razia.

Himbauan ini dilayangkan Kepala BKSDA Resor Pasaman, Ade Putra, Senin (24/6). “Sesuai Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1990, seseorang dilarang menangkap, membunuh, melukai, menyimpan, mengangkut, memiliki, memelihara dan memperniagakannya baik dalam keadaan hidup atau mati dan atau bagian-bagian dari tubuh satwa dilindungi. Jadi, bila masyarakat memilikinya atau memelihara, segera serahkan sebelum kami tindak,” kata Ade.

Dijelaskan Ade, jenis satwa yang dilindungi UU Nomor 5 Tahun 1990 adalah jenis harimau sumatra, macan dahan, kucing hutan, musang lingsang, kucing emas, beruang, dan siamang. Kemudian ungko, tapir, binturung, buaya, rusa, kijang, kambing hutan, kancil, kelinci sumatra, orang utan, penyu, kukang, sigung, trenggiling, rangkong alias anggang, elang, beo, kuau, bangau tongtong, murai daun, alap-alap, kakatua, dan jenis-jenis lainnya.

Di sisi lain, BKSDA Resor Pasaman mencatat, sejak 2018 sampai sekarang, satwa yang diserahkan ke BKSDA yakni siamang tiga ekor, elang satu ekor, kukang tiga ekor, dan beo 3 ekor. (Ola)

Berani Komen Itu Baik
Loading...
To Top