Jika Ditolak Juga, Alihkan Saja Tol Ke Supayang-Situjuah, Pucuk Adat dan Nagari Siap Terima

Penulis -

Sabtu, 29 Februari 2020 - 11:37 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sebuah alat berat melakukan pengerukan tanah di lokasi proyek pembangunan jalan tol Semarang-Solo seksi II ruas Ungaran-Bawen di Desa Lemah Ireng, Kabupaten Semarang, Jateng, Selasa (7/1). Jalan tol sepanjang 11,9 kilometer yang sesuai rencana beroperasi pada akhir tahun lalu itu terpaksa ditunda pengoperasiannya karena adanya masalah pada kondisi tanah yang bisa menyebabkan terganggunya Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) milik PLN. ANTARA FOTO/R. Rekotomo/ed/nz/14.

Sebuah alat berat melakukan pengerukan tanah di lokasi proyek pembangunan jalan tol Semarang-Solo seksi II ruas Ungaran-Bawen di Desa Lemah Ireng, Kabupaten Semarang, Jateng, Selasa (7/1). Jalan tol sepanjang 11,9 kilometer yang sesuai rencana beroperasi pada akhir tahun lalu itu terpaksa ditunda pengoperasiannya karena adanya masalah pada kondisi tanah yang bisa menyebabkan terganggunya Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) milik PLN. ANTARA FOTO/R. Rekotomo/ed/nz/14.

Payakumbuh, Prokabar — Heboh soal penolakan jalan tol di dua nagari di Kecamatan Payakumbuh, Kabupaten Limapuluh Kota, Sumbar, mendapat reaksi berbeda dari warga lainnya.

“Andai saja akses jalannya itu bisa (sesuai kajian tekhnis,_red) masuk dari Supayang, Tanah Datar lalu tembus ke Situjuah Batua, Situjuah Limo Nagari, maka kami (anak nagari) siap terima,” kata Pucuk Adat Situjuah Batua MKH Dt Marajo Kayo, Sabtu (29/2).

Walinagari Situjuah Batua DV Dt Tan Marajo menyebut, andai saja trase tol Sumbar-Riau bisa dilakukan ulang kajian tekhnisnya, maka akses jalan Tanah Datar-Limapuluh Kota yang melewati Supayang dan Situmbuak bisa dilalui ke Situjuah Limo Nagari.

Baca Juga :  KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan

“Kalau Situjuah Batua, siap. Kita akan dukung dan berikan fasilitas,” katanya. Walinagari Tungkar Yusrizal Dt Pado juga berkomentar demikian. “Kalau memang bisa dari Supayang ke Situjuah, terus trase Lareh Sago Halaban, ya kami siap,” kata Datuk Pado.

Sebelumnya, wakil gubernur Sumbar Nasrul Abit mengaku kecewa dengan adanya informasi penolakan pembangunan tol Padang-Pekanbaru oleh warga Limapuluh Kota.

Tepatnya oleh warga di dua nagari yakni Nagari Taeh Baruah dan Koto Baru Simalanggang Kecamatan Payakumbuh.
Wakil Gubernur Sumbar Nasrul Abit menjelaskan, pembangunan tol Padang-Pekanbaru terdiri atas tiga tahap.

Baca Juga :  Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar

Tahap pertama berada di Km 0 hingga 4,2. Tahap kedua, berada di Km 4,2 hingga 30, itu trase nya juga sudah berubah.

“Hasil keputusan Gubernur sudah diumumkan, awalnya jalurnya menerabas 246 rumah, kita tidak setuju, pemerintah tidak setuju, dan Pemprov tidak setuju.”
“Ini Insya Allah tidak ada masalah. Kita telah mencari daerah-daerah yang aman dan perbukitan yang kosong,” terang Nasrul Abit di Padang, Rabu (26/2/2020).

Sementara tahap ketiga, jalur tol Padang-Pekanbaru berada di Limapuluh Kota.
Di jalur tersebut masih dalam tahap sosialisasi trase dan belum ditetapkan.
“Kalau sudah setuju nanti ditetapkan. Jadi belum ada keputusan trase untuk Kabupaten Limapuluh Kota,” tegas Nasrul abit.

Baca Juga :  Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar

Komisaris Hutama Karya Wahyu Muriadi mengatakan, Pemerintah memberikan solusi dengan adanya konsep utuh Jalan Tol Trans Sumatera dan prioritas tambahan Pekanbaru, Bukittinggi ke Padang.

“Namun, dalam setiap rapat Hutama Karya pembangunan jalan tol Sumatera yang panjangnya 2700 KM yang dananya ratusan triliun ketika dievaluasi Sumbar yang 5 kilo sulitnya minta ampun,” ungkap Komisaris Hutama Karya, Wahyu Muryadi saat menjadi narasumber winwin solusion Focus Group Discussion yang diadakan langgam.id di Padang, Kamis (27/2). (vbm)

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan
Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026
Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar
Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar
HUT Pasaman Belasan SMA Sederajat Ikuti Lomba Pionering
Keputusan Tim Keabsahan PORPROV Dipertanyakan, KONI Padang Pariaman Sebut Kasus Atlet Tentrem Pangestuti Belum Tuntas
Dibalut Tradisi Makan Bajamba, Malam Resepsi HUT ke-81 Sumbar Perkuat Kebersamaan dan Kolaborasi
KAI dan Polda Sumbar Perkuat Kolaborasi Hadapi Potensi Ancaman Terorisme di Moda Transportasi Kereta Api

Berita Terkait

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:55 WIB

KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:53 WIB

Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:50 WIB

Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar

Senin, 5 Oktober 2026 - 07:30 WIB

Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 15:13 WIB

HUT Pasaman Belasan SMA Sederajat Ikuti Lomba Pionering

Berita Terbaru

Artikel

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Selasa, 6 Okt 2026 - 20:33 WIB