Daerah

Jhon Enardi: Luhak Nan Tuo Itu Harusnya di Depan, Bukan di Belakang

Tanah Datar, Prokabar – Pertarungan memperebutkan hati partai untuk bisa diusung sebagai bakal calon Bupati Tanah Datar periode 2020–2025 terus dilakukan oleh para bakal calon kepala daerah, tak terkecuali oleh Jhon Enardi.

Selain mendaftar ke partai Nasdem, Gerindra dan Demokrat, Putra Malalo ini juga menjatuhkan pilihannya pada Partai Amanat Nasional, partai PDI perjuangan, serta Partai Persatuan Pembangunan.

Usai mengembalikan formulir pendaftaran di partai asuhan Amien Rais ini, Jhon Enardi mengatakan jika tekat untuk maju sebagai orang nomor satu di Luhak Nan Tuo tak lain untuk membawa perubahan kearah yang lebih baik. Bersama Partai Amanat Nasional, ia berharap dapat bersama sama membangun Tanah Datar untuk 5 tahun kedepan.

Seperti orasi politik yang ia sampaikan pada 5 oktober silam, Jhon Enardi kembali mengatakan jika 10 tahun mengamati Tanah Datar dibawah kempimpinan sebelumnya, Tanah Datar sampai saat ini belum juga berkembang secara signifikan. Ia juga mengaku apa yang ia cita citakan juga belum terwujud.

“Sudah 10 tahun saya mengamati Tanah Datar, tanpa mengurangi rasa hormat saya pada pemimpin yang sekarang, Tanah Datar jauh tertinggal PAD nya dibandingkan 19 kabupaten kota lain di Sumatera Barat. Kita nomor dua terendah saat ini. Padahal, Tanah Datar memiliki potensi alam yang dapat dimamfaatkan dalam mensejahterakan masyarakat,“ ucapnya.

Bersama Partai Amanat Nasional pula, Jhon Enardi siap meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD) dengan mendatangkan investor. Kehadiran investor itu tentunya tanpa membebani PAD Tanah Datar, melainkan akan memberikan royalti yang mampu mensejahterakan masyarakat.

“Saya bisa jamin dapat mendatangkan investor dari Arab Saudi dan Brunai ke Tanah Datar. Saya akan buka bank di Tanah Datar, dan ini telah kita lakukan di Jakarta. Tapi syaratnya, saya harus diusung oleh partai islam,” ucapnya.

Lebih lanjut ia mengatakan, jika diamanahkan dalam memimpin Tanah Datar, ia mengaku akan mamfaatkan sektor alam Tanah Datar yang sangat potensial, terutama pengembangan kepariwisataan dan pertanian. Ia juga bertekat mengembalikan marwah Tanah Datar sebagai Luhak Nan Tuo menjadi kabupaten nomor 1 di Sumatera Barat.

“ Luhak nan tuo artinya kita yang paling tua, tapi kondisi sekarang tuanya, tua terlambat jalan, telat kita jalannya. Selalu dibelakang kita. Seharusnya yang tuo itu di depan, ini malah dibelakang,” ujarnya.

Selain itu, jika terpilih nantinya, ia juga akan melakukan perubahan pada struktur pemerintahan guna menciptakan jalannya roda pemerintahan yang lebih baik.

“Kita buka mengatakan jika yang sekarang tidak bagus, amburadul. Tapi saya akan memperbaiki. Kita akan membuat Tanah Datar ini nyaman, aman, bersahaja dan damai. Apalagi, aparatur pemerintahannya, kita buat sedamai mungkin. Tidak ada bupati dan wakil bupati dengan perangkat pemerintahannya yang tidak sejalan. Nanti, semuanya harus sejalan,” tutupnya.(eym)

Berani Komen Itu Baik
Tirto.ID
Loading...
To Top