Padang, prokabar – Jersey yang dipakai Diego Maradona saat bertanding di perempatfinal Piala Dunia 1986 dilelang secara online, mulai Rabu (20/4/2022). Tawaran pertama langsung datang dengan nilai 5,2 juta dolar AS atau setara Rp74,6 Miliar.
Jersey itu dipakai Diego Maradona ketika mencetak gol ‘Tangan Tuhan’, satu dari dua golnya ke gawang Inggris dalam laga perempat final Piala Dunia 1986 di Stadion Azteca, Meksiko, pada 23 Juni 1986.
Jersey biru nomor 10 ini dijual oleh balai lelang Sotheby’s dalam obral online yang berlangsung hingga 4 Mei 2022.
Beberapa jam setelah penawaran dibuka, situs tersebut menunjukkan bahwa tawaran pertama sebesar 5,2 juta dolar AS atau setara Rp74,6 miliar.

Tawaran perdana itu menjadi rekor baru untuk harga lelang jersey sepak bola. Jersey pemain baseball New York Yankees, Babe Ruth, masih jadi yang termahal di dunia dengan harga jual 5,6 juta dolar AS setara Rp80 miliar pada 2019.
Namun, putri Maradona meragukan penjualan awal bulan ini ketika dia mengklaim bahwa jersey yang dilelang adalah bukan yang dipakai ayahnya ketika mencetak gol ‘Tangan Tuhan’.
Menurut putri Maradona, jersey yang saat ini tengah dilelang adalah yang dikenakan ayahnya pada pertandingan babak pertama yang berakhir imbang tanpa gol.
France24 juga memberitakan beberapa jam setelah penawaran dibuka, seorang penawar menaruh harga 5,2 juta dolar AS, atau Rp 74,6 miliar. Artinya, panitia lelang telah mencapai harga terendah seperti diperkirakan, dan menjadi rekor baru harga jersery sepak bola yang dijual di balai lelang.
Pihak juru lelang Sotheby’s bersikeras itu jersey yang dikenalan Maradona saat mencetak gol tangan Tuhan, dan gol terindahnya dalam sepakbola.

Jersey itu diberikan kepada gelandang Inggris Steve Hodge usai pertandingan dalam pertukaran jersey. Hodge adalah salah satu pemain belakang Inggris yang dilewati Maradona. Inggris kalah 1-2.
Hodge, dalam otobiografi berjudul Pria Berbaju Maradona, selama 20 tahun terakhir meminjamkan jersey itu untuk dipamerkan di National Football Museum di Manchester.
Maradona dalam biografinya membenarkan telah memberikan jersey itu kepada Hodge usai pertandingan di Stadion Aztec, Mexico City.
Gol tangan Tuhan, demikian Maradona menyebut gol yang dibuat dengan tangannya, akan selalu dikenang pecinta sepak bola. Maradona yang pendek tidak mungkin merebut bola di udara, dan ia menggunakan tangan untuk menyentuh bola dan masuk ke gawang Peter Shilton.
Pertarungan perempat final Piala Dunia 1986 itu menjadi terukir dalam cerita rakyat sepakbola untuk dua gol Maradona.

Yang pertama datang di mana Maradona berlari ke dalam kotak dan melompat untuk menyundul bola. Saat berhadapan dengan kiper Inggris, Peter Shilton, Maradona meninju bola dan masuk ke dalam gawang.
Maradona kemudian mengatakan bahwa gol itu telah dicetak “sedikit dengan kepala Maradona, sedikit dengan tangan Tuhan.”
Setelah itu, Maradona melewati lima bek Inggris di sebelum meluncur melewati Shilton dan mencetak gol yang kemudian terpilih sebagai “Gol Abad Ini” dalam jajak pendapat FIFA 2002.
Argentina kemudian memenangkan final Piala Dunia 1986 dan Maradona, yang meninggal karena serangan jantung pada tahun 2020, menjadi pujaan di negara asalnya.(*)
















