Nasional

Jenderal Berdarah Minang Jadi Pangkostrad, Ini Sosoknya

Jakarta, Prokabar – Ditinggalkan Jenderal TNI Andika Perkasa, kursi Panglima Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat (Pangkostrad) resmi diduduki MayorJenderal TNI Besar Harto Karyawan. Siapa Besar Harto?

Menamatkan Akademi Militer (Akabri) pada Tahun 1986 silam, Besar Harto yang bakal naik pangkat jadi Jenderal Bintang Tiga (Letnan Jenderal,-red) ini, merupakan pria berdarah Minangkabau.

Besar Harto, lahir 31 Mei 1963 silam, di Lubuk Sikaping, Pasaman. “Iya, Pangkostrad baru kelahiran Pasaman,” kata sejumlah perwira tinggi TNI kepada Prokabar, Senin (3/12) malam.

Penasaran, dari Wikipedia juga ditulis, jika Mayjen TNI Besar Harto merupakan pria kelahiran Lubuk Sikaping. Pengalamannya di dunia infanteri Kostrad dikenal mumpuni.

Maka tak salah, jika Panglima TNI Marsekal Hadi menunjuknya menggantikan Jenderal Andika. Sebelum menjadi Pangkostrad, Besar Harto menjabat sebagai Panglima Komando Daerah Militer III/Siliwangi.

Mayjen Besar Harto memulai kariernya dengan pangkat Brigadir Jenderal sebagai Inspektorat Kostrad pada 2015.

Setahun berselang, Besar Harto diangkat menjadi Kepala Koordinator Dosen Sekolah Staf dan Komando TNI. Ini tidak lama, menyusul diangkatnya Besar Harto oleh pimpinan TNI, sebagai Inspektorat Kostrad.

“Jabatan Pangkostrad yang baru, itu tertuang Surat Keputusan Panglima TNI Nomor Kep/1240/XI/2018 tanggal 29 November 2018 tentang pemberhentian dari dan pengangkatan dalam jabatan di lingkungan TNI,” kata Panglima TNI Marsekal Hadi, terpisah.

Menurut Hadi, mutasi jabatan dan promosi ini dalam rangka memenuhi kebutuhan organisasi dan pembinaan karier perwira tinggi, guna mengoptimalkan tugas-tugas TNI yang makin kompleks.

Mayjen Besar Harto pernah menjabat sebagai Kepala Koordinator Dosen Sekolah Staf dan Komando TNI. Dia berpangkat jenderal bintang dua, setelah ditempatkan di Komandan Pusat Penerbangan TNI AD tahun 2017. (vbm)

Baca Juga :

Berani Komen Itu Baik
To Top