Palu, Prokabar – Duka panjang warga Palu, tak terlukiskan. Sampai kemarin, hampir seribu jenazah belum dimakamkan.
Sepanjang hari hanya derai air mata. Sepanjang malam, gulita dan tangis anak-anak
Azan tanpa mik di masjid seperti sembilu. Azan serupa di pengungsian. Wajah-wajah lesu di temaram malam. Ada yg lapar ada yang selesai makan. Mereka semua amat takut, jika gempa terjadi lagi. Tak ada takut yang setakut ini.
Makam
Belum seluruh jenazah korban gempa di Sulawesi Tengah bisa dimakamkan. Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah melalui Humas Pemprov menyebut baru 483 jenazah yang sudah dimakamkan. Dengan rincian pemakaman massal di Paboya 257 jiwa dan Pantolan sebanyak 35 jenazah. Sisanya 191 dimakamkan secara swadaya oleh keluarga.
Sementara itu jumlah korban jiwa menurut data humas sebanyak 1353 orang meninggal dunia. Korban hilang yang terdata sebanyak 113 orang, dan korban yang masih tertimbun sebanyak 152 orang.
Selain itu, juga dirilis 65.721 warga tinggal di pengungsian yang tersebar di 183 titik.
Sampai saat ini proses pendataan masih terus dilakukan mengingat masih ada beberapa daerah yang belum bisa diakses karena komunikasi yang masih terputus. Sementara proses evakuasi juga masih terkendala akses alat berat ke beberapa daerah.(laf)
















